Rabu, 10 April 2013

Listrik Tanpa Kabel


Tesla coil adalah salah satu media pembangkit tegangan tinggi AC dengan frekuensi tinggi dan dapat mentransmisikan listrik tanpa kabel yang dirancang oleh Nikola Tesla. Namun pada percobaan pertama kali, alat ini menyebabkan kerusakan yang membakar habis sistem pembangkit  di Colorado Spring. Karena terlalu berbahaya, sampai saat ini alat tersebut belum dapat diperdayakan untuk membantu kebutuhan hidup manusia. Maka dari itu, dengan ini saya ingin mencoba untuk ber-inovasi membuat alat dengan prinsip kerja seperti Tesla Coil tetapi dengan resiko yang lebih kecil, sehingga alat ini dapat dimanfaatkan untuk membantu pengembangan teknologi yang ada sekarang.

Tesla coil dapat dibuat dengan beberapa komponen elektronika dan juga kelistrikan yaitu trafo yang dapat membangkitkan tegangan tinggi antara 10.000 sampai 50.000 volt. Trafo tegangan tinggi akan memberikan muatan kepada kapasitor primer melalui kumparan primer yang terdiri dari beberapa gulungan, untuk skala kecil biasanya kumparan primer memiliki sekitar 5 sampai 20 gulung dengan kawat tebal yang memiliki hambatan rendah. Ketika kapasitor telah termuati maka beda potensial diantara elektroda-elektroda celah udara atau spark gap cukup tinggi sehingga terjadilah aliran arus dan mengakibatkan terjadinya tembus udara dengan indikasi percikan listrik. Saat spark gap terhubung maka kapasitor akan terhubung paralel dengan lilitan primer dan akan membentuk rangkaian resonansi yang besarnya ditentukan oleh nilai kapasitor dan kumparan primer, mungkin dapat dikatakan resonansi LC. Medan elektromagnet yang dihasilkan oleh kumparan primer akan terinduksikan ke kumparan sekunder. Dari bagian atas kumparan sekunder terdapat toroid atau torus yang memiliki nilai kapasitansi sendiri dan ujung bawah dari kumparan sekunder dihubungkan ke tanah, Kumparan sekunder dan torus akan membentuk rangkaian resonansi dan jika frekuensi resonansi kumparan sekunder dan torus cukup dekat dengan frekuensi rangkaian primer maka pada torus akan terbangkitkan tegangan yang sangat tinggi, dan jika terjadi peluahan muatan pada kapasitor maka spark gap akan terjadi dan proses yang sama akan terulang lagi dan begitu seterusnya.


Prinsip kerjanya serupa dengan mainan ayunan anak-anak. Dorongan ringan akan mulai menggerakkannya, dorongan yang sama di saat yang tepat, akan membuat ayunan makin tinggi. Demikian pula rangkaian dari getaran listrik, frekuensi yang diterima tepat pada kumparan utama, akan menghasilkan getaran yang akan makin besar dan hasilnya makin tinggi di kumparan kedua. Getaran di tiang dihubungkan dengan kumparan kedua Tesla akan membangkitkan gelombang radio frekuensi tinggi yang mampu berjalan jauh ke belahan lain bumi secara bolak-balik. Jika kemudian dengan alat oscillation (pengubah arus DC menjadi AC) diselaraskan pada frekuensi alami arus listrik bumi, saat kembali arus akan memperkuat getaran voltase di tiang, dan mendorong keluar arus dari bumi. Hasilnya, arus yang makin besar akan keluar sebagai gelombang melalui pemancar itu. Menurut teori, seluruh planet dapat dipakai sebagai sirkuit kedua penguat arus.

Kamis, 06 Desember 2012

BUNGA NOMINAL dan BUNGA EFEKTIF




1. BUNGA NOMINAL
Bunga Nominal :
Tingkat bunga nominal (atau tingkat persentase tahunan) adalah laju
tahunan yang sering dikatakan sebagai berikut: pinjaman ini adalah
pada tingkat bunga 12% per tahun, digandakan bulanan.
perhatikan bahwa ini bukan tingkat bunga per periode

Suku bunga nominal mirip dg bunga sederhana,
mengabaikan nilai waktu dari bunga.

Rumus :
r = i.m
r : suku bunga nominal (% / tahun)
i : suku bunga per periode
m : jumlah periode dalam 1 tahun

2. BUNGA EFEKTIF
Bunga Efektif :
suku bunga yang sesungguhnya dibebankan dalam setahun; jika suku bunga dibebankan sekali setahun, suku bunga nominal sama dengan suku bunga efektif; 2 gambaran mengenai pendapatan/hasil atas nilai suatu instrumen utang yang dimiliki dibandingkan dengan nilai instrumen pada saat harga pembelian (effective rate)
Suku bunga efektif mirip dengan bunga majemuk, memperhatikan nilai waktu dari bunga.
Contoh :

Suku bunga 1 % sebulan
 Suku bunga nominal : r = 1 % x 12 = 12 % / th
 F/P = (1 + 0,01)12 = 1,1268
 Suku bunga efektif : ie = 0,1268 = 12,68 % / th



Suku bunga 3 % tiap 3 bulan
Suku bunga nominal : r = 3 % x 4 = 12 % / th
 F/P = (1 + 0,03)4 = 1,1255
 Suku bunga efektif : ie = 0,1255 = 12,55 % / th


Soal :
Suatu bank menerapkan suku bunga deposito 6% setiap setengah tahun, coumpounded tiap 6 bulan. Berapakah suku bunga per tahunnya jika di hitung nilai nominal dan nilai efektifnya?
Suku bunga : i = 6 % / 6 bulan
Suku bunga nominal setahun : 2 x 6 % = 12 %
Suku bunga efektif setahun :
½ tahun pertama = 6 %
½ tahun kedua = 6 % + 6 % x 6 % = 6,36 %
Jumlah = 12,36 % > 12 %

Sumber :
http://duitcekak.com/suku-bunga-efektif
http://centangcentung.blog.com/2011/05/21/bunga-nominal-dan-bunga-efektif/



Senin, 30 April 2012

GENERATOR TURBIN GAS


BAB I

1.1  Latar Belakang

Generator Turbin Gas adalah suatu alat yang memanfaatkan gas sebagai fluida untuk memutar turbin dengan pembakaran internal. Didalam turbin gas energi kinetik dikonversikan menjadi energi mekanik melalui udara bertekanan yang memutar roda turbin sehingga menghasilkan daya. Sistem turbin gas yang paling sederhana terdiri dari tiga komponen yaitu kompresor, ruang bakar dan turbin gas.

1.2. Tujuan Dan Manfaat Penulisan

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mempelajari tentang generator gas. Manfaat penulisan makalah ini bagi penulis yaitu mendapatkan pengertian dan penjelasan tentang karakteristik generator gas. Sedangkan bagi para pembaca diharapkan makalah ini dapat menjadi sumbangan dalam memperkaya pengetahuan dan memberikan kesempatan untuk mempelajarinya lebih lanjut.

1.3  Batasan Masalah

Untuk membatasi materi yang akan dibicarakan pada makalah ini, maka kami membuat batasan cakupan masalah yang akan dibahas. Hal ini diperbuat supaya isi dan pembahasan dari makalah ini menjadi lebih terarah dan dapat mencapai hasil yang diharapkan. Adapun batasan masalah pada penulisan makalah ini adalah :
1.      Prinsip kerja
2.      Komponen primer dan penunjang
3.      Maintenance
4.      Fakta lapangan






BAB II

Prinsip Kerja Sistem Generator Turbin Gas

Secara umum proses yang terjadi pada suatu sistem turbin gas adalah sebagai berikut:
  1. Pemampatan (compression) udara di hisap dan dimampatkan
  2. Pembakaran (combustion) bahan bakar dicampurkan ke dalam ruang bakar dengan udara kemudian di bakar.
  3. Pemuaian (expansion) gas hasil pembakaran memuai dan mengalir ke luar melalui nozel (nozzle).
  4. Pembuangan gas (exhaust) gas hasil pembakaran dikeluarkan lewat saluran pembuangan.
Udara masuk kedalam kompresor melalui saluran masuk udara (inlet). Kompresor berfungsi untuk menghisap dan menaikkan tekanan udara tersebut, sehingga temperatur udara juga meningkat. Kemudian udara bertekanan ini masuk kedalam ruang bakar. Di dalam ruang bakar dilakukan proses pembakaran dengan cara mencampurkan udara bertekanan dan bahan bakar. Proses pembakaran tersebut berlangsung dalam keadaan tekanan konstan sehingga dapat dikatakan ruang bakar hanya untuk menaikkan temperatur. Gas hasil pembakaran tersebut dialirkan ke turbin gas melalui suatu nozel yang berfungsi untuk mengarahkan aliran tersebut ke sudu-sudu turbin. Daya yang dihasilkan oleh turbin gas tersebut digunakan untuk memutar kompresornya sendiri dan memutar beban lainnya seperti generator listrik, dll. Setelah melewati turbin ini gas tersebut akan dibuang keluar melalui saluran buang (exhaust).
Pada kenyataannya, tidak ada proses yang selalu ideal, tetap terjadi kerugiankerugian yang dapat menyebabkan turunnya daya yang dihasilkan oleh turbin gas dan berakibat pada menurunnya performa turbin gas itu sendiri. Kerugian-kerugian tersebut dapat terjadi pada ketiga komponen sistem turbin gas. Sebab-sebab terjadinya kerugian antara lain:
  • Adanya gesekan fluida yang menyebabkan terjadinya kerugian tekanan (pressure losses) di ruang bakar.
  • Adanya kerja yang berlebih waktu proses kompresi yang menyebabkan terjadinya gesekan antara bantalan turbin dengan angin.
  • Berubahnya nilai Cp dari fluida kerja akibat terjadinya perubahan temperatur dan perubahan komposisi kimia dari fluida kerja.
  • Adanya mechanical loss, dsb.

 

Komponen Generator Turbin Gas

Generator gas tersusun atas komponen-komponen utama seperti air intake section, compressor section, combustion section, turbine section, dan exhaust section. Sedangkan komponen pendukung turbin gas adalah starting equipment, lube-oil system, cooling system, dan beberapa komponen pendukung lainnya. Berikut ini penjelasan tentang komponen utama turbn gas:
  1. Air Intake Section. Berfungsi untuk menyaring kotoran dan debu yang terbawa dalam udara sebelum masuk ke kompresor. Bagian ini terdiri dari:
    1. Air Intake Housing, merupakan tempat udara masuk dimana didalamnya terdapat peralatan pembersih udara.
    2. Inertia Separator, berfungsi untuk membersihkan debu-debu atau partikel yang terbawa bersama udara masuk.
    3. Pre-Filter, merupakan penyaringan udara awal yang dipasang pada inlet house.
    4. Main Filter, merupakan penyaring utama yang terdapat pada bagian dalam inlet house, udara yang telah melewati penyaring ini masuk ke dalam kompresor aksial.
    5. Inlet Bellmouth, berfungsi untuk membagi udara agar merata pada saat memasuki ruang kompresor.
    6. Inlet Guide Vane, merupakan blade yang berfungsi sebagai pengatur jumlah udara yang masuk agar sesuai dengan yang diperlukan
  2. Compressor Section. Komponen utama pada bagian ini adalah aksial flow compressor, berfungsi untuk mengkompresikan udara yang berasal dari inlet air section hingga bertekanan tinggi sehingga pada saat terjadi pembakaran dapat menghasilkan gas panas berkecepatan tinggi yang dapat menimbulkan daya output turbin yang besar. Aksial flow compressor terdiri dari dua bagian yaitu:
    1. Compressor Rotor Assembly. Merupakan bagian dari kompresor aksial yang berputar pada porosnya. Rotor ini memiliki 17 tingkat sudu yang mengompresikan aliran udara secara aksial dari 1 atm menjadi 17 kalinya sehingga diperoleh udara yang bertekanan tinggi. Bagian ini tersusun dari wheels, stubshaft, tie bolt dan sudu-sudu yang disusun kosentris di sekeliling sumbu rotor.
    2. Compressor Stator. Merupakan bagian dari casing gas turbin yang terdiri dari:
      1. Inlet Casing, merupakan bagian dari casing yang mengarahkan udara masuk ke inlet bellmouth dan selanjutnya masuk ke inlet guide vane.
      2. Forward Compressor Casing, bagian casing yang didalamnya terdapat empat stage kompresor blade.
      3. Aft Casing, bagian casing yang didalamnya terdapat compressor blade tingkat 5-10.
      4. Discharge Casing, merupakan bagian casing yang berfungsi sebagai tempat keluarnya udara yang telah dikompresi.
  3. Combustion Section. Pada bagian ini terjadi proses pembakaran antara bahan bakar dengan fluida kerja yang berupa udara bertekanan tinggi dan bersuhu tinggi. Hasil pembakaran ini berupa energi panas yang diubah menjadi energi kinetik dengan mengarahkan udara panas tersebut ke transition pieces yang juga berfungsi sebagai nozzle. Fungsi dari keseluruhan sistem adalah untuk mensuplai energi panas ke siklus turbin. Sistem pembakaran ini terdiri dari komponen-komponen berikut yang jumlahnya bervariasi tergantung besar frame dan penggunaan turbin gas. Komponen-komponen itu adalah :
    1. Combustion Chamber, berfungsi sebagai tempat terjadinya pencampuran antara udara yang telah dikompresi dengan bahan bakar yang masuk.
    2. Combustion Liners, terdapat didalam combustion chamber yang berfungsi sebagai tempat berlangsungnya pembakaran.
    3. Fuel Nozzle, berfungsi sebagai tempat masuknya bahan bakar ke dalam combustion liner.
    4. Ignitors (Spark Plug), berfungsi untuk memercikkan bunga api ke dalam combustion chamber sehingga campuran bahan bakar dan udara dapat terbakar.
    5. Transition Fieces, berfungsi untuk mengarahkan dan membentuk aliran gas panas agar sesuai dengan ukuran nozzle dan sudu-sudu turbin gas.
    6. Cross Fire Tubes, berfungsi untuk meratakan nyala api pada semua combustion chamber.
    7. Flame Detector, merupakan alat yang dipasang untuk mendeteksi proses pembakaran terjadi.
  4. Turbin Section. Turbin section merupakan tempat terjadinya konversi energi kinetik menjadi energi mekanik yang digunakan sebagai penggerak compresor aksial dan perlengkapan lainnya. Dari daya total yang dihasilkan kira-kira 60 % digunakan untuk memutar kompresornya sendiri, dan sisanya digunakan untuk kerja yang dibutuhkan.
    Komponen-komponen pada turbin section adalah sebagai berikut :
    1. Turbin Rotor Case
    2. First Stage Nozzle, yang berfungsi untuk mengarahkan gas panas ke first stage turbine wheel.
    3. First Stage Turbine Wheel, berfungsi untuk mengkonversikan energi kinetik dari aliran udara yang berkecepatan tinggi menjadi energi mekanik berupa putaran rotor.
    4. Second Stage Nozzle dan Diafragma, berfungsi untuk mengatur aliran gas panas ke second stage turbine wheel, sedangkan diafragma berfungsi untuk memisahkan kedua turbin wheel.
    5. Second Stage Turbine, berfungsi untuk memanfaatkan energi kinetik yang masih cukup besar dari first stage turbine untuk menghasilkan kecepatan putar rotor yang lebih besar.

  1. Exhaust Section. Exhaust section adalah bagian akhir turbin gas yang berfungsi sebagai saluran pembuangan gas panas sisa yang keluar dari turbin gas. Exhaust section terdiri dari beberapa bagian yaitu : (1) Exhaust Frame Assembly, dan (2)Exhaust gas keluar dari turbin gas melalui exhaust diffuser pada exhaust frame assembly, lalu mengalir ke exhaust plenum dan kemudian didifusikan dan dibuang ke atmosfir melalui exhaust stack, sebelum dibuang ke atmosfir gas panas sisa tersebut diukur dengan exhaust thermocouple dimana hasil pengukuran ini digunakan juga untuk data pengontrolan temperatur dan proteksi temperatur trip. Pada exhaust area terdapat 18 buah termokopel yaitu, 12 buah untuk temperatur kontrol dan 6 buah untuk temperatur trip.


Adapun beberapa komponen penunjang dalam sistem turbin gas adalah sebagai berikut:
  1. Starting Equipment. Berfungsi untuk melakukan start up sebelum turbin bekerja. Jenis-jenis starting equipment yang digunakan di unit-unit turbin gas pada umumnya adalah :
    1. Diesel Engine, (PG –9001A/B)
    2. Induction Motor, (PG-9001C/H dan KGT 4X01, 4X02 dan 4X03)
    3. Gas Expansion Turbine (Starting Turbine)
  2. Coupling dan Accessory Gear. Berfungsi untuk memindahkan daya dan putaran dari poros yang bergerak ke poros yang akan digerakkan. Ada tiga jenis coupling yang digunakan, yaitu:
    1. Jaw Cluth, menghubungkan starting turbine dengan accessory gear dan HP turbin rotor.
    2. Accessory Gear Coupling, menghubungkan accessory gear dengan HP turbin rotor.
    3. Load Coupling, menghubungkan LP turbin rotor dengan kompressor beban.
  3. Fuel System. Bahan bakar yang digunakan berasal dari fuel gas system dengan tekanan sekitar 15 kg/cm2. Fuel gas yang digunakan sebagai bahan bakar harus bebas dari cairan kondensat dan partikel-partikel padat. Untuk mendapatkan kondisi tersebut diatas maka sistem ini dilengkapi dengan knock out drum yang berfungsi untuk memisahkan cairan-cairan yang masih terdapat pada fuel gas.
  4. Lube Oil System. Lube oil system berfungsi untuk melakukan pelumasan secara kontinu pada setiap komponen sistem turbin gas. Lube oil disirkulasikan pada bagian-bagian utama turbin gas dan trush bearing juga untuk accessory gear dan yang lainnya. Lube oil system terdiri dari:
    1. Oil Tank (Lube Oil Reservoir)
    2. Oil Quantity
    3. Pompa
    4. Filter System
    5. Valving System
    6. Piping System
    7. Instrumen untuk oil
Pada turbin gas terdapat tiga buah pompa yang digunakan untuk mensuplai lube oil guna keperluan lubrikasi, yaitu:
    1. Main Lube Oil Pump, merupakan pompa utama yang digerakkan oleh HP shaft pada gear box yang mengatur tekanan discharge lube oil.
    2. Auxilary Lube Oil Pump, merupakan pompa lube oil yang digerakkan oleh tenaga listrik, beroperasi apabila tekanan dari main pump turun.
    3. Emergency Lube Oil Pump, merupakan pompa yang beroperasi jika kedua pompa diatas tidak mampu menyediakan lube oil.
  1. Cooling System. Sistem pendingin yang digunakan pada turbin gas adalah air dan udara. Udara dipakai untuk mendinginkan berbagai komponen pada section dan bearing. Komponen-komponen utama dari cooling system adalah:
    1. Off base Water Cooling Unit
    2. Lube Oil Cooler
    3. Main Cooling Water Pump
    4. Temperatur Regulation Valve
    5. Auxilary Water Pump
    6. Low Cooling Water Pressure Swich

Maintenance Generator Turbin Gas

Maintenance adalah perawatan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan seperti kerusakan terlalu cepat terhadap semua peralatan di pabrik, baik yang sedang beroperasi maupun yang berfungsi sebagai suku cadang. Kerusakan yang timbul biasanya terjadi karena keausan dan ketuaan akibat pengoperasian yang terus-menerus, dan juga akibat langkah pengoperasian yang salah.
Maintenance pada turbine gas selalu tergantung dari faktor-faktor perasional dengan kondisi yang berbeda disetiap wilayah, karena operasional turbine gas sangat tergantung dari kondisi daerah operasional. Semua pabrik pembuat turbine gas telah menetapkan suatu ketetapan yang aman dalam pengoperasian sehingga turbine selalu dalambatas kondisi aman dan tepat waktu untuk melakukan maintenance.
Secara umum maintenance dapat dibagi dalam beberapa bagian, diantaranya adalah:
  1. Preventive Maintenance. Suatu kegiatan perawatan yang direncanakan baik itu secara rutin maupun periodik, karena apabila perawatan dilakukan tepat pada waktunya akan mengurangi down time dari peralatan. Preventive maintenance dibagi menjadi:
    • Running Maintenance. Suatu kegiatan perawatan yang dilakukan hanya bertujuan untuk memperbaiki equipment yang rusak saja dalam satu unit. Unit produksi tetap melakukan kegiatan.
    • Turning Around Maintenance. Perawatan terhadap peralatan yang sengaja dihentikan pengoperasiannya.
  2. Repair Maintenance. Perawatan yang dilakukan terhadap peralatan yang tidak kritis, atau disebut juga peralatan-peralatan yang tidak mengganggu jalannya operasi.
  3. Predictive Maintenance. Kegiatan monitor, menguji, dan mengukur peralatan-peralatan yang beroperasi dengan menentukan perubahan yang terjadi pada bagian utama, apakah peralatan tersebut berjalan dengan normal atau tidak.
  4. Corrective Maintenance. Perawatan yang dilakukan dengan memperbaiki perubahan kecil yang terjadi dalam disain, serta menambahkan komponen-komponen yang sesuai dan juga menambahkan material-material yang cocok.
  5. Break Down Maintenance. Kegiatan perawatan yang dilakukan setelah terjadi kerusakan atau kelainan pada peralatan sehingga tidak dapat berfungsi seperti biasanya.
  6. Modification Maintenance. Pekerjaan yang berhubungan dengan desain suatu peralatan atau unit. Modifikasi bertujuan menambah kehandalan peralatan atau menambah tingkat produksi dan kualitas pekerjaan.
  7. Shut Down Maintenance. Kegiatan perawatan yang dilakukan terhadap peralatan yang sengaja dihentikan pengoperasiannya.



Fakta Di Lapangan
Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) merupakan sebuah pembangkit energi listrik yang menggunakan peralatan/mesin turbin gas sebagai penggerak generatornya. Turbin gas dirancang dan dibuat dengan prinsip kerja yang sederhana dimana energi panas yang dihasilkan dari proses pembakaran bahan bakar diubah menjadi energi mekanis dan selanjutnya diubah menjadi energi listrik atau energi lainnya sesuai dengan kebutuhannya. Adapun kekurangan dari turbin gas adalah sifat korosif pada material yang digunakan untuk komponen-komponen turbinnya karena harus bekerja pada temperature tinggi dan adanya unsur kimia bahan bakar minyak yang korosif (sulfur, vanadium dll), tetapi dalam perkembangannya pengetahuan material yang terus berkembang hal tersebut mulai dapat dikurangi meskipun tidak dapat secara keseluruhan dihilangkan. Dengan tingkat efisiensi yang rendah hal ini merupakan salah satu dari kekurangan sebuah turbin gas juga dan pada perkembangannya untuk menaikkan efisiensi dapat diatur/diperbaiki temperature kerja siklus dengan menggunakan material turbin yang mampu bekerja pada temperature tinggi dan dapat juga untuk menaikkan efisiensinya dengan menggabungkan antara pembangkit turbin gas dengan pembangkit turbin uap dan hal ini biasa disebut dengan combined cycle.







BAB III

Daftar Pustaka :
Ø      Dietzel, F., Gasturbinen - kurz und bundig. 1. Auflage. Wurzburg: Vogel - Verlag. 1974.
Ø      Ons Tenrath . H.: Gasturbinentriebwerke. 1. Auflage.Essen: Girardet - Verlag. 1968.
Ø      Gas-Turbine Engine (Part 1) - Majari Magazine.htm
Ø      Gas-Turbine Engine (Part 2) - Majari Magazine.htm
Ø      http://id.wikipedia.org/wiki/Pembangkit_listrik_tenaga _gas
Ø      http://themoneysaving.blogspot.com/2010/09/prinsip-kerja-turbin-gas-generator.html

Kamis, 19 April 2012

Dua Sosok Pemimpin Yang Dapat Menjadi Panutan



Anda tentu pernah mendengar cerita legendaris Robin Hood? Ksatria dermawan yang membagi-bagikan hartanya kepada wong cilik—meski sebagian hasil curian. Dia mencuri harta hasil jarahan dari hartawan. Dia bak penjahat bagi para perompak, tapi di ujung sana, pahlawan bagi masyarakat banyak.

Tentu apapun versinya, bagaimanapun jalan ceritanya. Kisah heroik seseorang dalam memenangkan hati rakyat pastilah menyentuh hati.  

Tak terkecuali Joko Widodo dan Dahlan Iskan kini.

Bila Robin Hood berderma ‘menunggangi’ kantong orang kaya. Tidak menggunakan kocek sendiri. Dahlan Iskan dan
Joko Widodo menyempurnakan cara Robin Hood. Mereka tidak menggunakan cara-cara Robin Hood untuk mendapatkan pundi-pundi. Sebagai pengusaha, mereka rela merogoh kocek sendiri demi berbagi kepada yang lebih berhak.

Sebagai pengusaha, mereka cukup sukses melewati fase entrepreneurship. Mereka memulai usaha nyaris tanpa campur tangan penguasa. Merintis kerajaan bisnis media massa dan furniture dari nol. Sukses yang digapai mereka tentu tak lepas dari cucuran keringat dan derai air mata. Secara berseloroh bisa dikatakan mereka telah lulus sebagai pengusaha. Kini mereka tengah diuji oleh kekuasaan.

Alih-alih menumpuk harta, tengoklah Jokowi yang tak pernah mengambil gajinya selama menjabat sebagai Walikota Solo. Semuanya disumbangkan.
Dahlan Iskan lebih gila, sudah gaji tidak diambil, rapat-rapat dikurangi, mobil dinas tidak dipakai, malah acapkali keluar uang pribadi untuk membiayai segala terobosannya. Tercatat, dia pernah menjanjikan mobil bagi pegawai BUMN yang mampu menelurkan ide terbaik.

Namun mereka manusia juga, sama seperti kita. Pasti tersentuh khilaf dan alpa. Karena saya percaya, kesempurnaan penciptaan manusia itu justru pada ketidaksempurnaannya. Setiap kekaguman terhadap seseorang, saya selalu berusaha menyisakan ruang untuk menerima kekurangannya. Sebagai obat untuk rasa kecewa.

Gebrakan masif Dahlan membuahkan interpelasi dari DPR. Dan keterlibatan Jokowi di Kiat Esmeka berujung ketidaksukaan sebagian kalangan yang merasa telah membesarkan Esemka. Demikianlah, pasti ada angin yang akan menguji kekokohan sebuah pohon.



Di Indonesia, saya yakin sangat banyak sosok seperti mereka namun luput dari liputan media. Karena media terlanjur jatuh cinta kepada adagium: bad news is good news. Kitalah yang berpeluang mengoreksinya.

Bila Jokowi telah selangkah memantapkan hatinya untuk mengabdi sebagai calon gubernur DKI Jakarta. Dahlan Iskan tampaknya tinggal menghitung hari untuk mengikuti jejak Jokowi. Mereka akan menjadi figur pengusaha yang diuji kekuasaan. Berhasilkah mereka melewati ujian kekuasaan, seperti yang didengungkan Lincoln, “Hampir semua pria mampu bertahan menghadapi kesusahan. Namun, jika Anda ingin menguji karakter sejati pria, beri dia kekuasaan”.



Refrensi:



Rabu, 30 November 2011

Cerita mahasiswa Indonesia di Australia bersama seorang pengusaha asal Singapura

        Suatu pagi kami menjemput seorang klien di bandara, orang itu sudah tua dan umurnya berkisar 60 tahun. Orang itu adalah pengusaha asal Singapura, dengan logat bicara gaya melayu dan english beliau menceritakan pengalaman hidupnya kepada kami yang masih muda. Beliau berkata, "Your country is so rich!" Ah biasa banget denger kata-kata itu. Tapi tunggu dulu. "Indonesia doesn't need ...the world, but the world needs Indonesia,"lanjutnya. "Everything can be found here in Indonesia, you don't need the world". Mudah saja, Indonesia paru-paru dunia. Tebang saja hutan di kalimantan, dunia pasti kiamat. Dunia yang butuh Indonesia! "Singapura is nothing, we can't be rich without Indonesia, 500.000 orang Indonesia berlibur ke Singapura tiap bulan. Bisa terbayang uang yang masuk ke kami, apartemen-apartemen terbaru kami yang beli orang Indonesia, tak peduli harga selangit, laku keras. Lihatlah RS kami, orang Indonesia semua yg berobat. Terus kalian tau bagaimana kalapnya pemerintah kami ketika asap hutan Indonesia masuk? Ya, sangat panik. Sangat terasa, we are nothing. Kalian tau kan ketika Agustus kemarin dunia krisis beras? Termasuk di Singapura dan Malaysia? Kalian di Indonesia dengan mudah mendapat beras. Lihatlah negara kalian, air bersih di mana-mana, lihatlah negara kami, air bersih pun kami beli dari Malaysia. Saya ke Kalimantan pun dalam rangka bisnis, karena pasirnya mengandung permata. Terlihat glitter ketika ada matahari bersinar. Penambang jual cuma Rp 3rb/kg ke pabrik china, pabrik tersebut jual kembali seharga Rp 30rb/ kg. Saya meliat ini sebagai peluang. Kalian sadar tidak jika negara-negara lain selalu takut meng-embargo Indonesia? Ya, karena negara kalian memiliki segalanya. Mereka takut kalau kalian menjadi mandiri, makanya tidak di embargo. Harusnya kalianlah yang meng-embargo negara kalian sendiri. Belilah pangan dari petani kita sendiri, belilah tekstil garmen dari pabrik-pabrik sendiri. Tak perlu impor jika bisa memproduksi sendiri. Jika kalian bisa mandiri, bisa meng-embargo diri sendiri, Indonesia will rule the world!!".

MASALAH LINGKUNGAN DALAM PEMBANGUNAN PERTAMBANGAN ENERGI

Pembangunan industri di Indonesia berdasarkan konsepsi Wilayah Pusat Pertumbuhan Industri yang mencerminkan keterpaduan dan keterkaitan serta bertumpu pada potensi sumber daya alam dan energi. Atas dasar ini dilakukan dua macam pendekatakan yaitu pendekatan sektoral dan pendekatan regional. Pendekatan sektoral dilakukan melalui pembangunan industri dasar sedangkan pendekatan regional dilakukan melalui pengembangan wilayah industri, meliputi wilayah pusat pertumbuhan industri, zona industri, kawasan industri, pemukiman industri kecil dan sentra-sentra industri kecil.
Pada dasarnya pengembangan wilayah adalah usaha pembangunan daerah yang memperhitungkan keterpaduan program sektoral seperti pertanian, pertambangan, aspirasi masyarakat dan potensi loin dengan memperhatikan kondisi lingkungan.

Pembangunan industri dasar berorientasi pada lokasi tersedianya sumber pembangunan lain. Pada umumnya lokasi industri dasar belum tersentuh pembangunan, baik dalam arti kualitatif maupun kuantitatif bahkan masih bersifat alami. Adanya pembangunan industri ini akan mengakibatkan perubahan lingkungan seperti berkembangnya jaringan infra struktur dan akan menumbuhkan kegiatan lain untuk menunjang kegiatan yang ada.

Pembangunan di satu pihak menunjukkan dampak positif terhadap lingkungan dan masyarakat seperti tersedianya jaringan jalan, telekomunikasi, listrik, air, kesempatan kerja serta produknya sendiri memberi manfaat bagi masyarakat luas dan juga meningkatkan pendapatan bagi daerah yang bersangkutan. Masyarakat sekitar pabrik langsung atau tidak langsung dapat menikmati sebagian dari hasil pembangunannya. Di pihak lain apabila pembangunan ini tidak diarahkan akan menimbulkan berbagai masalah seperti konflik kepentingan, pencemaran lingkungan, kerusakan, pengurasan sumberdaya alam, masyarakat konsumtif serta dampak sosial lainnya yang pada dasarnya merugikan masyarakat.

Pembangunan industri pada gilirannya membentuk suatu lingkungan kehidupan zona industri. Dalam zona industri kehidupan masyarakat makin berkembang; zona industri secara bertahap dilengkapi pembangunan sektor ekonomi lain seperti peternakan, perikanan, home industry, dan pertanian sehingga diperlukan rencana pembangunan wilayah berdasarkan konsep tata ruang.

Tujuan rencana tata ruang ini untuk meningkatkan asas manfaat berbagai sumberdaya yang ada dalam lingkungan seperti meningkatkan fungsi perlindungan terhadap tanah, hutan, air, flora, fungsi industri, fungsi pertanian, fungsi pemukiman dan fungsi lain.

Peningkatan fungsi setiap unsur dalam lingkungan artinya meningkatkan dampak positif semaksimum mungkin sedangkan dampak negatif harus ditekan sekecil mungkin. Konsepsi pembangunan wilayah dengan dasar tata ruang sangat dibutuhkan dalam upaya pembangunan industri berwawasan lingkungan.

Jumlah penduduk dunia terus meningkat setiap tahunnya, sehingga peningkatan kebutuhan energi pun tak dapat dielakkan. Dewasa ini, hampir semua kebutuhan energi manusia diperoleh dari konversi sumber energi fosil, misalnya pembangkitan listrik dan alat transportasi yang menggunakan energi fosil sebagai sumber energinya. Secara langsung atau tidak langsung hal ini mengakibatkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan makhluk hidup karena sisa pembakaran energi fosil ini menghasilkan zat-zat pencemar yang berbahaya.Pencemaran udara terutama di kota-kota besar telah menyebabkan turunnya kualitas udara sehingga mengganggu kenyamanan lingkungan bahkan telah menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan. Menurunnya kualitas udara tersebut terutama disebabkan oleh penggunaan bahan bakar fosil yang tidak terkendali dan tidak efisien pada sarana transportasi dan industri yang umumnya terpusat di kota-kota besar, disamping kegiatan rumah tangga dan kebakaran hutan. Hasil penelitian dibeberapa kota besar (Jakarta, Bandung, Semarang dan Surabaya) menunjukan bahwa kendaraan bermotor merupakan sumber utama pencemaran udara. Hasil penelitian di Jakarta menunjukan bahwa kendaraan bermotor memberikan kontribusi pencemaran CO sebesar 98,80%, NOx sebesar 73,40% dan HC sebesar 88,90% (Bapedal, 1992).

Secara umum, kegiatan eksploitasi dan pemakaian sumber energi dari alam untuk memenuhi kebutuhan manusia akan selalu menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan (misalnya udara dan iklim, air dan tanah). Berikut ini disajikan beberapa dampak negatif penggunaan energi fosil terhadap manusia dan lingkungan:


Dampak Terhadap Udara dan Iklim
Selain menghasilkan energi, pembakaran sumber energi fosil (misalnya: minyak bumi, batu bara) juga melepaskan gas-gas, antara lain karbon dioksida (CO2), nitrogen oksida (NOx),dan sulfur dioksida (SO2) yang menyebabkan pencemaran udara (hujan asam, smog dan pemanasan global).
Emisi NOx (Nitrogen oksida) adalah pelepasan gas NOx ke udara. Di udara, setengah dari konsentrasi NOx berasal dari kegiatan manusia (misalnya pembakaran bahan bakar fosil untuk pembangkit listrik dan transportasi), dan sisanya berasal dari proses alami (misalnya kegiatan mikroorganisme yang mengurai zat organik). Di udara, sebagian NOx tersebut berubah menjadi asam nitrat (HNO3) yang dapat menyebabkan terjadinya hujan asam.

Emisi SO2 (Sulfur dioksida) adalah pelepasan gas SO2 ke udara yang berasal dari pembakaran bahan bakar fosil dan peleburan logam. Seperti kadar NOx di udara, setengah dari konsentrasi SO2 juga berasal dari kegiatan manusia. Gas SO2 yang teremisi ke udara dapat membentuk asam sulfat (H2SO4) yang menyebabkan terjadinya hujan asam.

Emisi gas NOx dan SO2 ke udara dapat bereaksi dengan uap air di awan dan membentuk asam nitrat (HNO3) dan asam sulfat (H2SO4) yang merupakan asam kuat. Jika dari awan tersebut turun hujan, air hujan tersebut bersifat asam (pH-nya lebih kecil dari 5,6 yang merupakan pH “hujan normal”), yang dikenal sebagai “hujan asam”. Hujan asam menyebabkan tanah dan perairan (danau dan sungai) menjadi asam. Untuk pertanian dan hutan, dengan asamnya tanah akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman produksi. Untuk perairan, hujan asam akan menyebabkan terganggunya makhluk hidup di dalamnya. Selain itu hujan asam secara langsung menyebabkan rusaknya bangunan (karat, lapuk). Smog merupakan pencemaran udara yang disebabkan oleh tingginya kadar gas NOx, SO2, O3 di udara yang dilepaskan, antara lain oleh kendaraan bermotor, dan kegiatan industri. Smog dapat menimbulkan batuk-batuk dan tentunya dapat menghalangi jangkauan mata dalam memandang.

Emisi CO2 adalah pemancaran atau pelepasan gas karbon dioksida (CO2) ke udara. Emisi CO2 tersebut menyebabkan kadar gas rumah kaca di atmosfer meningkat, sehingga terjadi peningkatan efek rumah kaca dan pemanasan global. CO2 tersebut menyerap sinar matahari (radiasi inframerah) yang dipantulkan oleh bumi sehingga suhu atmosfer menjadi naik. Hal tersebut dapat mengakibatkan perubahan iklim dan kenaikan permukaan air laut.

Emisi CH4 (metana) adalah pelepasan gas CH4 ke udara yang berasal, antara lain, dari gas bumi yang tidak dibakar, karena unsur utama dari gas bumi adalah gas metana. Metana merupakan salah satu gas rumah kaca yang menyebabkan pemasanan global.

Batu bara selain menghasilkan pencemaran (SO2) yang paling tinggi, juga menghasilkan karbon dioksida terbanyak per satuan energi. Membakar 1 ton batu bara menghasilkan sekitar 2,5 ton karbon dioksida. Untuk mendapatkan jumlah energi yang sama, jumlah karbon dioksida yang dilepas oleh minyak akan mencapai 2 ton sedangkan dari gas bumi hanya 1,5 ton

Dampak Terhadap Perairan
Eksploitasi minyak bumi, khususnya cara penampungan dan pengangkutan minyak bumi yang tidak layak, misalnya: bocornya tangker minyak atau kecelakaan lain akan mengakibatkan tumpahnya minyak (ke laut, sungai atau air tanah) dapat menyebabkan pencemaran perairan. Pada dasarnya pencemaran tersebut disebabkan oleh kesalahan manusia.

Dampak Terhadap Tanah
Dampak penggunaan energi terhadap tanah dapat diketahui, misalnya dari pertambangan batu bara. Masalah yang berkaitan dengan lapisan tanah muncul terutama dalam pertambangan terbuka (Open Pit Mining). Pertambangan ini memerlukan lahan yang sangat luas. Perlu diketahui bahwa lapisan batu bara terdapat di tanah yang subur, sehingga bila tanah tersebut digunakan untuk pertambangan batu bara maka lahan tersebut tidak dapat dimanfaatkan untuk pertanian atau hutan selama waktu tertentu.

Presentasi : Klik Disini!!!

Video :


Kesimpulan :
Pembangunan di satu pihak menunjukkan dampak positif terhadap lingkungan dan masyarakat seperti tersedianya jaringan jalan, telekomunikasi, listrik, air, kesempatan kerja serta produknya sendiri memberi manfaat bagi masyarakat luas dan juga meningkatkan pendapatan bagi daerah yang bersangkutan. Masyarakat sekitar pabrik langsung atau tidak langsung dapat menikmati sebagian dari hasil pembangunannya. Di pihak lain apabila pembangunan ini tidak diarahkan akan menimbulkan berbagai masalah seperti konflik kepentingan, pencemaran lingkungan, kerusakan, pengurasan sumberdaya alam, masyarakat konsumtif serta dampak sosial lainnya yang pada dasarnya merugikan masyarakat.

Sumber :
http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-industri/limbah-industri/pencemaran-dan-lingkungan/
http://danang-dancil.blogspot.com/2010/11/masalah-lingkungan-dalam-pembangunan.html
http://www.slideshare.net/gio_simamora/masalah-lingkungan-dalam-pembangunan-energi
http://www.youtube.com/watch?v=SwJOhI_F1hA

CARA PENGELOLAAN PEMBANGUNAN PERTAMBANGAN

Kegiatan pertambangan untuk mengambil bahan galian berharga dari lapisan bumi telah berlangsung sejak lama. Selama kurun waktu 50 tahun, konsep dasar pengolahan relatif tidak berubah, yang berubah adalah skala kegiatannya. Mekanisasi peralatan pertambangan telah menyebabkan skala pertambangan semakin membesar. Perkembangan teknologi pengolahan menyebabkan ekstraksi bijih kadar rendah menjadi lebih ekonomis, sehingga semakin luas dan dalam lapisan bumi yang harus di gali. Hal ini menyebabkan kegiatan tambang menimbulkan dampak lingkungan yang sangat besar dan bersifat penting. US-EPA (1995) telah melakukan studi tentang pengaruh kegiatan pertambangan terhadap kerusakan lingkungan dan kesehatan manusia pada 66 kegiatan pertambangan. Hasil studi disarikan pada tabel 1 dan terlihat bahwa pencemaran air permukaan dan air tanah merupakan dampak lingkungan yang sering terjadi akibat kegiatan tersebut.

Klasifikasi Bahan Tambang
Bahan galian seringkali dibedakan menjadi tiga kelompok besar, yakni bahan galian metalliferous, nonmetalliferous dan bahan galian yang digunakan untuk bahan bangunan atau batuan ornamen.
Kelompok bahan galian metalliferous antara lain adalah emas, besi, tembaga, timbal, seng, timah, mangan. Sedangkan bahan galian nonmetalliferous terdiri dari batubara, kwarsa, bauksit, trona, borak, asbes, talk, feldspar dan batuan pospat. Bahan galian untuk bahan bangunan dan batuan ornamen termasuk didalamnya slate, marmer, kapur, traprock, travertine, dan granite.

Ruang Lingkup Kegiatan Pertambangan

Kegiatan pertambangan pada umumnya memiliki tahap-tahap kegiatan sebagai berikut:
  1. Eksplorasi
  2. Ekstrasi dan pembuangan limbah batuan
  3. Pengolahan bijih dan operasional
  4. Penampungan tailing, pengolahan dan pembuangannya
  5. Pembangunan infrastuktur, jalan akses dan sumber energi
  6. Pembangunan kamp kerja dan kawasan pemukiman
  1. Eksplorasi
Kegiatan eksplorasi tidak termasuk kedalam kajian studi AMDAL karena merupakan rangkaian kegiatan survey dan studi pendahuluan yang dilakukan sebelum berbagai kajian kelayakan dilakukan. Yang termasuk sebagai kegiatan ini adalah pengamatan melalui udara, survey geofisika, studi sedimen di aliran sungai dan studi geokimia yang lain, pembangunan jalan akses, pembukaan lahan untuk lokasi test pengeboran, pembuatan landasan pengeboran dan pembangunan anjungan pengeboran.
  1. Ekstraksi dan Pembuangan Limbah Batuan
Diperkirakan lebih dari 2/3 kegiatan ekstaksi bahan mineral didunia dilakukan dengan pertambangan terbuka. Teknik tambang terbuka biasanya dilakukan dengan open-pit mining, strip mining, dan quarrying, tergantung pada bentuk geometris tambang dan bahan yang digali.
Ekstrasi bahan mineral dengan tambang terbuka sering menyebabkan terpotongnya puncak gunung dan menimbulkan lubang yang besar. Salah satu teknik tambang terbuka adalah metode strip mining (tambang bidang). Dengan menggunakan alat pengeruk, penggalian dilakukan pada suatu bidang galian yang sempit untuk mengambil mineral. Setelah mineral diambil, dibuat bidang galian baru di dekat lokasi galian yang lama. Batuan limbah yang dihasilkan digunakan untuk menutup lubang yang dihasilkan oleh galian sebelumnya. Teknik tambang seperti ini biasanya digunakan untuk menggali deposit batubara yang tipis dan datar yang terletak didekat permukaan tanah.

Teknik pertambangan quarrying bertujuan untuk mengambil batuan ornamen, bahan bangunan seperti pasir, kerikil, batu untuk urugan jalan, semen, beton dan batuan urugan jalan makadam. Untuk pengambilan batuan ornamen diperlukan teknik khusus agar blok-blok batuan ornamen yang diambil mempunyai ukuran, bentuk dan kualitas tertentu. Sedangkan untuk pengambilan bahan bangunan tidak memerlukan teknik yang khusus. Teknik yang digunakan serupa dengan teknik tambang terbuka.
Tambang bawah tanah digunakan jika zona mineralisasi terletak jauh di dalam tanah sehingga jika digunakan teknik pertambangan terbuka jumlah batuan penutup yang harus dipindahkan sangat besar. Produktifitas tambang tertutup 5 sampai 50 kali lebih rendah dibanding tambang terbuka, karena ukuran alat yang digunakan lebih kecil dan akses ke dalam lubang tambang lebih terbatas.

Kegiatan ekstraksi meng-hasilkan limbah dan produk samping dalam jumlah yang sangat banyak. Total limbah yang diproduksi dapat bervariasi antara 10 % sampai sekitar 99,99 % dari total bahan yang ditambang. Limbah utama yang dihasilkan adalah batuan penutup dan limbah batuan. Batuan penutup (overburden) dan limbah batuan adalah lapisan batuan yang tidak mengandung mineral, yang menutupi atau berada diantara zona mineralisasi atau batuan yang mengandung mineral dengan kadar rendah sehingga tidak ekonomis untuk diolah. Batuan penutup umumnya terdiri dari tanah permukaan dan vegetasi sedangkan batuan limbah meliputi batuan yang dipindahkan pada saat pembuatan terowongan, pembukaan dan eksploitasi singkapan bijih serta batuan yang berada bersamaan dengan singkapan bijih.

Hal-hal pokok yang perlu mendapatkan perhatian di dalam hal menentukan besar dan pentingnya dampak lingkungan pada kegiatan ekstraksi dan pembuangan limbah adalah:
  1. Luas dan kedalaman zona mineralisasi
  2. Jumlah batuan yang akan ditambang dan yang akan dibuang yang akan menentukan lokasi dan desain penempatan limbah batuan.
  3. Kemungkinan sifat racun limbah batuan
  4. Potensi terjadinya air asam tambang
  5. Dampak terhadap kesehatan dan keselamatan yang berkaitan dengan kegiatan transportasi, penyimpanan dan penggunaan bahan peledak dan bahan kimia racun, bahan radio aktif di kawasan penambangan dan gangguan pernapasan akibat pengaruh debu.
  6. Sifat-sifat geoteknik batuan dan kemungkinan untuk penggunaannya untuk konstruksi sipil (seperti untuk landscaping, dam tailing, atau lapisan lempung untuk pelapis tempat pembuangan tailing).
  7. Pengelolaan (penampungan, pengendalian dan pembuangan) lumpur (untuk pembuangan overburden yang berasal dari sistem penambangan dredging dan placer).
  8. Kerusakan bentang lahan dan keruntuhan akibat penambangan bawah tanah.
  9. Terlepasnya gas methan dari tambang batubara bawah tanah.
Dampak potensial yang timbul sebagai akibat kegiatan ini akan berpengaruh terhadap komponen lingkungan seperti kualitas air dan hidrologi, flora dan fauna, hilangnya habitat alamiah, pemindahan penduduk, hilangnya peninggalan budaya atau situs-situs keagamaan dan hilangnya lahan pertanian serta sumberdaya kehutanan.
  1. Pengolahan Bijih dan Operasional Pabrik Pengolahan
Tergantung pada jenis tambang, pengolahan bijih pada umumnya terdiri dari proses benefication – dimana bijih yang ditambang diproses menjadi konsentrat bijih untuk diolah lebih lanjut atau dijual langsung, diikuti dengan pengolahan metalurgi dan refining. Proses benefication umumnya terdiri dari kegiatan persiapan, penghancuran dan atau penggilingan, peningkatan konsentrasi dengan gravitasi atau pemisahan secara magnetis atau dengan menggunakan metode flotasi (pengapungan), yang diikuti dengan pengawaairan (dewatering) dan penyaringan. Hasil dari proses ini adalah konsentrat bijih dan limbah dalam bentuk tailing dan serta emisi debu. Tailing biasanya mengandung bahan kimia sisa proses dan logam berat.
Pengolahan metalurgi bertujuan untuk mengisolasi logam dari konsentrat bijih dengan metode pyrometallurgi, hidrometalurgi atau elektrometalurgi baik dilaku-kan sebagai proses tunggal maupun kombinasi. Proses pyrometalurgi seperti roasting (pembakaran) dan smelting menyebabkan terjadinya gas buang ke atmosfir (sebagai contoh, sulfur dioksida, partikulat dan logam berat) dan slag.
Metode hidrometalurgi pada umumnya menghasilkan bahan pencemar dalam bentuk cair yang akan terbuang ke kolam penampung tailing jika tidak digunakan kembali (recycle). Angin dapat menyebarkan tailing kering yang menyebabkan terja-dinya pencemaran udara. Bahan-bahan kimia yang digunakan di dalam proses pengolahan (seperti sianida, merkuri, dan asam kuat) bersifat berbahaya. Pengangkutan, penyimpanan, penggunaan, dan pembuangannya memerlukan pengawasan ketat untuk mencegah terjadinya gangguan terhadap kesehatan dan keselamatan serta mencegah pencemaran ke lingkungan.
Proses pengolahan batu bara pada umumnya diawali oleh pemisahan limbah dan batuan secara mekanis diikuti dengan pencucian batu bara untuk menghasilkan batubara berkualitas lebih tinggi. Dampak potensial akibat proses ini adalah pembuangan batuan limbah dan batubara tak terpakai, timbulnya debu dan pembuangan air pencuci.

      2.   Penampungan Tailing, Pengolahan dan Pembuangan Pengelolaan tailing merupakan salah satu aspek kegiatan pertambangan yang menimbulkan dampak lingkungan sangat penting. Tailing biasanya berbentuk lumpur dengan komposisi 40-70% cairan. Penampungan tailing, pengolahan dan pembuangannya memerlukan pertimbangan yang teliti terutama untuk kawasan yang rawan gempa. Kegagalan desain dari sistem penampungan tailing akan menimbulkan dampak yang sangat besar, dan dapat menjadi pusat perhatian media serta protes dari berbagai lembaga swadaya masyarakat (LSM).
Pengendalian polusi dari pembuangan tailing selama proses operasi harus memperhatikan pencegahan timbulnya rembesan, pengolahan fraksi cair tailing, pencegahan erosi oleh angin, dan mencegah pengaruhnya terhadap hewan-hewan liar.


Metode Pengelolaaan Lingkungan

Mengingat besarnya dampak yang disebabkan oleh aktifitas tambang, diperlukan upaya-upaya pengelolaan yang terencana dan terukur. Pengelolaan lingkungan di sektor pertambangan biasanya menganut prinsip Best Management Practice. US EPA (1995) merekomendasikan beberapa upaya yang dapat digunakan sebagai upaya pengendalian dampak kegiatan tambang terhadap sumberdaya air, vegetasi dan hewan liar. Beberapa upaya pengendalian tersebut adalah :
  1. Menggunakan struktur penahan sedimen untuk meminimalkan jumlah sedimen yang keluar dari lokasi penambangan
  2. Mengembangkan rencana sistim pengedalian tumpahan untuk meminimalkan masuknya bahan B3 ke badan air
  3. Hindari kegiatan konstruksi selama dalam tahap kritis
  4. Mengurangi kemungkinan terjadinya keracunan akibat sianida terhadap burung dan hewan liar dengan menetralisasi sianida di kolam pengendapan tailing atau dengan memasang pagar dan jaring untuk
  5. Mencegah hewan liar masuk kedalam kolam pengendapan tailing
  6. Minimalisasi penggunaan pagar atau pembatas lainnya yang menghalangi jalur migrasi hewan liar. Jika penggunaan pagar tidak dapat dihindari gunakan terowongan, pintu-pintu, dan jembatan penyeberangan bagi hewan liar.
  7. Batasi dampak yang disebabkan oleh frakmentasi habitat minimalisasi jumlah jalan akses dan tutup serta rehabilitasi jalan-jalan yang tidak digunakan lagi.
  8. Larangan berburu hewan liar di kawasan tambang.

Presentasi : Klik Saja!

Video :


Kesimpulan :
Jika jumlah sumberdaya alam dan komponen-komponen lingkungan lainnya sangat terbatas sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan pendatang, sumberdaya alam akan mengalami degradasi secara cepat. Akibatnya akan terjadi konflik sosial karena persaingan pemanfaatan sumber daya alam. Sebagai contoh, kegiatan pertambangan seringkali dikaitkan dengan kerusakan hutan, kontaminasi dan penurunan penyediaan air bersih, musnahnya hewan liar dan perdagangan hewan langka, serta penyebaran penyakit menular.

Sumber :
Aspek Lingkungan Dalam Amdal Bidang Pertambangan (BAPEDAL)
http://www.slideshare.net/hendricksonsagala/pertambangan-10368981
http://www.youtube.com/watch?v=3hd-UXTSVPQ

Mutu Lingkungan Hidup Dengan Resiko

MUTU LINGKUNGAN HIDUP

Pengertian tentang mutu lingkungan sangatlah penting, karena merupakan dasar dan pedoman untuk mencapai tujuan pengelolaan lingkungan. Berbicara mengenai lingkungan pada dasarnya berbicara mengenai mutu lingkungan. Naun dalam hal itu apa yang dimaksud dengan mutu lingkungan tidaklah jelas, karena tidak diuraikan secara eksplisit. Mutu lingkungan hanyalah dikaitkan dengan masalah lingkungan, misalnya pencemaran, erosi dan banjir. Dengan kata lain mutu lingkungan diuraikan secara negatif, yaitu apa yang tidak kita kehendaki, seperti air tercemar. Agar kita dapat mengelola lingkungan dengan baik, kita tidak saja mengetahui apa yang tidak kita kehendaki, melainkan apa yang kita kehendaki. Dengan demikian kita dapat mengetahui ke arah mana lingkungan itu ingin kita kembangkan untuk mendapatkan mutu yang kita kehendaki.

Tidak mudah untuk menentukan apa yang dimaksud dengan mutu lingkungan, oleh karena persepsi orang terhadap mutu lingkungan berbeda – beda. Dengan singkat dapatlah dikatakan mutu lingkungan yang baik membuat orang kerasan hidup dalam lingkungan tersebut. Perasaan itu dikarenakan orang mendapatkan rezeki yang cukup, iklim dan faktor alamiah lain yang sesuai dan masyarakat cocok. Misalnya, seorang karena pekerjaannya harus pindah ke tempat lain, setelah pensiun ia ingin kembali ke tempat semula. Kerasan bukanlah satu atau dua faktor yang terpenuhi dalam satu lingkungan, melainkan adanya integrasi faktor-faktor optimum. Oleh karena itu pengelolaan lingkungan untuk mendapatkan perasaan kerasan, bukanlah suatu maksimalisasi satu atau dua faktor, misalnya maksimisasi rezeki, namun suatu optimisasi banyak faktor yang saling berkaitan secara integrasi. Yang penting bukanlah masing – masing faktor secara sendiri, melainkan totalitas kondisi. Totalitas kondisi itu adalah lebih dari jumlah masing – masing faktor. Oleh karena itu pengelolaan sumber lingkungan bersifat holistik, yaitu memandang keseluruhannya sebagai suatu kesatuan.

RESIKO LINGKUNGAN YANG TIDAK SEHAT

Penularan Penyakit Melalui Air
Air adalah mutlak bagi kehidupan. Tetapi jika kualitas air tidak di perhatikan, maka air dapat menjadi sumber penyebab penyakit. Air dapat mengandung zat – zat kimia yang berbahaya untuk kehidupan, bila terdapat pencemaran dengan berbagai sumber alam maupun sumber kehidupan manusia.
Banyak penyakit menular yang bersumber pada air. Penyakit virus dapat bersumber pada air, seperti radang mata yang sering di dapat setelah berenang di kolam yang kurang terpelihara. Air selain dapat menularkan penyakit secara langsung, dapat juga menjadi tempat perindukan berbagai macam penyakit. Berbagai serangga memerlukan air untuk berkembang biak seperti nyamuk yang dapat menularkan berbagai macam penyakit.
Tumbuhan air juga dapat menjadi habitat dari faktor penyakit. Keong air yang dapat memerlikan schistosomiasis dari tumbuh – tumbuhan air itu. Tikus dan binatang lainnya yang hidup di sekitar air juga dapat menjadi sumber penyakit manusia, seperti penyakit leptopirosis.

Penularan Penyakit Melalui udara
Penyakit dapat ditularkan dengan menghirup penyebab penyakit dalam pernafasan. Penyakit influensa dan tuberkulosis adalah contoh – contoh yang terinfeksi melalui udara. Pencemaran udara dengan berbagai bahan kimia dapat menyebabkan kerusakan langsung pada paru – paru. Selain itu dapat menyebabkan iritasi pada paru – paru sehingga mudah terserangoleh penyakit infeksi sekunder seperti TBC. Selain itu bahan – bahan kimia ini banyak di duga sebagai penyebab kanker paru – paru misalnya exhaust fume kendaraan bermotor.

Penularan Penyakit Melalui Tanah
Air tanah banyak mengandung penyakit, terutama jika tercemar oleh kotoran manusia dan hewan, baik secara sengaja maupun tidak sengaja. Penyakit tetanus dapat terjadi jika luka kena tanah, jika tanah tercemar oleh kotoran hewan atau manusia, yang mengandung penyebabnya yakni clostridiumtetani. Di dalam tanah juga banyak di temukan bentuk – bentuk infeksi berbagai parasit. Cacing – cacing perut penyebarannya melalui tanah, telurnya di keluarkan dengan tinja. Jika sampai di tanah, telur – telur itu akan tumbuh menjadi bentuk infektif yang sudah siap untuk tumbuh di dalam badan manusia. Cara penularan dapat terjadi jika telur-telur yang masak ini tertelan oleh makanan yang tercemar oleh tanah yang mengandung telur tadi atau memakai tangan yang kotor.

Presentasi : Click here!

Video :


Kesimpulan :

Secara alami, kehidupan ini memang merupakan hubungan yang terjadi timbal balik antara sumber daya manusia dan sumber daya alam (baik yang dapat diperbaharui atau pun tidak). Hubungan timbal balik tersebut pada akhirnya adalah penentu laju pembangunan. Faktor-faktor yang mempengaruhi dan menentukan perkembangan pembangunan adalah lingkungan sosial (jumlah, kepadatan, persebaran, dan kualitas penduduk), dan pengaruh kehidupan sosial budaya, ekonomi, politik, teknologi, dan sebagainya.
Sekian lama terkenalnya Indonesia sebagai negara subur makmur dengan kondisi alam yang sangat mendukung ditambah pula dengan potensi sumber daya mineral yang juga ternyata sangat melimpah ruah, ternyata Indonesia sampai saat ini hanya bisa menjadi negara berkembang, bukan negara maju. Banyak faktor yang kemudian menyebabkan Indonesia tidak kunjung menjadi negara maju. Salah satunya adalah pengelolaan negara yang tidak profesional termasuk dalam hal pengelolaan potensi alam.

Sumber :
Santoso, B, 1999, “ilmu lingkungan industri”, Universitas Gunadarma, Depok.
http://www.youtube.com/watch?v=zKhNMWhR2jU
http://www.slideshare.net/ridwan_13/mutu-lingkungan

Pendidikan Berparadigma Pembangunan Berkelanjutan

Saat memasuki musim hujan, warga Indonesia di sejumlah tempat, di kota-kota besar seperti Jakarta dan kota-kota lain di Jawa, Sumatra, Sulawesi serta Kalimantan, harus bersiap-siap menghadapi bencana banjir, tanah longsor, bahkan puting beliung.

Seringnya terjadi bencana alam yang selalu menelan kerugian bagi masyarakat seolah sudah menjadi satu paket dengan perubahan musim. Ini merupakan ekses dari pola pembangunan yang miskin dari aspek sustainabilitas bagi kehidupan di muka bumi ini dan mengesampingkan kelestarian ekologis.

Pola kehidupan umat manusia di muka bumi ini juga lebih banyak memanfaatkan dan mengeksploitasi daripada melestarikan sumber daya yang ada di muka bumi ini. Dari tahun ke tahun Indonesia selalu kehilangan hutan 1,6 s.d 3,5 juta ha hutan, yang kemudian berdampak pada menurunnya kapasitas ketersediaan air tanah, saat musim kemarau kita mengalami kekeringan, ketika musim hujan kita didera bencana banjir dan longsor. Lebih dari itu, akibat illegal logging Indonesia dirugikan 20 triliun setiap tahunnya.

Implikasinya, berbagai macam bencana yang melanda bangsa ini dalam beberapa tahun terakhir semakin sering terjadi. Seperti tanah longsor, banjir, kebakaran hutan, kerusakan terumbu karang, gempa bumi, dan tsunami. Fenomena tersebut menjadi bukti nyata bahwa pola hidup umat manusia di muka bumi ini lebih banyak mengeksploitasi dari pada melestarikan sumber daya yang ada. Yang berakibat pada semakin menipisnya ketersediaan sumber daya alam di nusantara ini.

Adanya kemerosotan kualitas sumber daya yang ada di muka bumi ini telah mengakibatkan merosotnya kualitas hidup umat manusia pada taraf yang mengkhawatirkan yang ditandai dengan adanya stagnasi kehidupan masyarakat dalam kondisi keterbelakangan, kebodohan dan kemiskinan. Jumlah penduduk miskin di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir cenderung meningkat. Pada tahun 2009 sudah mencapai hampir 40 juta jiwa.

Jika pola pembangunan yang tidak berimbang dan mengabaikan aspek sustainabilitas kehidupan umat manusia di muka bumi ini terus dibiarkan, maka bencana akan selalu mengancam kehidupan di muka bumi ini. Kenyamanan, keharmonisan dan ketenangan jiwa merupakan hal yang langka bagi seluruh isi alam ini.

Pendidikan merupakan sarana yang tepat untuk memperkenalkan sustainabilitas kehidupan dimuka bumi ini kepada anak-anak, agar mereka sejak kecil dibekali dengan wawasan sustainabilitas bagi generasi yang akan datang dan solidaritas sosial yang tinggi antar sesama.

Inovasi pendidikan

Melihat problematika yang dihadapi oleh umat manusia yang semakin komplek, bahkan mengarah pada kondisi chaostic, maka kita memerlukan perubahan paradigma pembangunan ke arah yang lebih berkelanjutan (more sustainable development) untuk anak cucu kita pada generasi yang akan datang.

Pendidikan mampu menjadi wahana untuk memperkenalkan kepada anak cucu kita tentang paradigma pembangunan berkelanjutan dengan tujuan untuk mempersiapkan generasi penerus yang dibekali dengan wawasan berkelanjutan dalam berbagai aktifitas yang dilakukan untuk terciptanya kehidupan yang lebih baik, lebih nyaman dan aman di muka bumi ini.

Inovasi pendidikan ini penting dilakukan untuk mengantisipasi semakin parahnya kerusakan lingkungan, krisis sosial maupun krisis kebudayaan. Pendidikan berparadigma pembangunan berkelanjutan (education for sustainable development atau EFSD) memang bukan ditujukan untuk merubah keadaan menjadi lebih baik secara instant dan cepat, melainkan bertujuan untuk mempersiapkan kehidupan generasi akan datang yang lebih baik, aman dan nyaman. Inilah esensi dari EFSD yang merupakan manifestasi dari pemahaman bahwa pendidikan merupakan sarana investasi jangka panjang untuk terciptanya kehidupan yang lebih baik.

EFSD sebagai ruh pengembangan pendidikan dapat diinternalisasikan pada kurikulum pendidikan mulai dari tingkat sekolah dasar sampai dengan perguruan tinggi. Bahkan lebih dari itu, EFSD juga dapat diterapkan dalam keluarga maupun masyarakat dengan cara melakukan pembiasaan-pembiasaan kepada anak-anak untuk melakukan kegiatan yang mengarah pada aspek pembangunan keberlanjutan, seperti menjaga kebersihan, menjalin hubungan baik antar sesama, menanam pohon, membiasakan jujur, membuang sampah pada tempatnya, menjaga kelestarikan lingkungan dan lain sebagainya.

Cerminan dari kurikulum berparadigma pembangunan berkelanjutan adalah adanya metode pembejaran yang kontekstual (contextual teaching and learning) dengan fenomena yang ada di sekeliling kita yang mengarah pada kelestarian lingkungan, kelestarian budaya dan keadilan sosial. Yang dapat dilakukan oleh guru maupun orang tua.

Dalam praksis pembelajaran, sejak awal anak-anak dikenalkan pada fenomena riil yang ada di sekitar mereka dan kemudian guru memfasilitasi dan memberikan pemaknaan-pemaknaan ke arah pembangunan berkelanjutan. Pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran lebih bersifat induktif, dengan memberikan contoh terhadap fenomena riil yang ada di depan kita, dan mengkontekstualisasikan dengan teori-teori yang relevan dengan mata pelajaran yang ada di kelas.

Anak-anak dibiasakan berpikir jangka panjang untuk keberlanjutan kehidupan di muka bumi ini dan bukan berpikir instan dan pragmatis seperti halnya ketika mereka menghadapi Ujian Nasional (UN).

Sinergi pendidikan agama

Selain dapat diimplementasikan dalam kurikulum mata pelajaran umum, EFSD juga dapat diimplementasikan dalam mata pelajaran agama. Spirit pendidikan agama yang selalu mengajarkan keselarasan dan kearifan dalam kehidupan umat manusia dapat dijadikan sebagai basis fundamental untuk mendesain penyelenggarakan pendidikan berparadigma EFSD. Keduanya dapat saling melengkapi dan saling menguatkan, sehingga terbentuklah suatu desain kurkulum terpadu dan holistik.

model pendidikan agama berparadigma EFSD juga sebagai salah satu upaya untuk mensinkronkan, mengintegrasikan dan memberi bobot yang sama bagi tiga aspek utama dalam pembangunan berkelanjutan yakni, aspek ekonomi, aspek keadilan sosial dan aspek kelestarian lingkungan. Aspek ekonomi meliputi: pertumbuhan berkesinambungan, kesetaraan hak dan kesempatan, keseimbangan produksi dan konsumsi. Aspek keadilan sosial meliputi: harmoni, selaras dan empati, demokrasi, partisipasi, diversitas kultur, etnik dan budaya lokal. Aspek kelestarian ekologi meliputi: keseimbangan beberapa sistem dan WEHAB (water, energy, health, agriculture, biodiversity).

Melalui inovasi pendidikan berwawasan pembangunan berkelanjutan, kita secara bersama-sama mempunyai komitmen untuk berkontribusi dalam mewujudkan kehidupan yang lebih baik, dunia yang lebih aman-nyaman bagi kita semua dan generasi yang akan datang, bagi anak cucu kita dan seluruh isi alam ini. Ini merupakan sebuah pemahaman tentang kompleksitas dan diversitas secara komprehensif dan berkelanjutan. Serta pemahaman tentang bagaimana cara mengubah segala perkembangan dan pengembangan kearah sustainibilitas dengan inovasi pendidikan berparadigma pembangunan berkelanjutan. Semoga.

M. Imam Zamroni
Peneliti Pusat Studi Asia Pasifik UGM, sedang melakukan penelitian EFSD di Yogyakarta
   
Presentasi : Just Click Me!


Video : 








Kesimpulan :
Melalui inovasi pendidikan berwawasan pembangunan berkelanjutan, kita secara bersama-sama mempunyai komitmen untuk berkontribusi dalam mewujudkan kehidupan yang lebih baik, dunia yang lebih aman-nyaman bagi kita semua dan generasi yang akan datang, bagi anak cucu kita dan seluruh isi alam ini. Ini merupakan sebuah pemahaman tentang kompleksitas dan diversitas secara komprehensif dan berkelanjutan. Serta pemahaman tentang bagaimana cara mengubah segala perkembangan dan pengembangan kearah sustainibilitas dengan inovasi pendidikan berparadigma pembangunan berkelanjutan.

Sumber :

http://www.dikti.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=1846%3Apendidikan-berparadigma-pembangunan-berkelanjutan&catid=159%3Aartikel-kontributor&Itemid=309
http://www.slideshare.net/sahabatkota/pendidikan-untuk-pembangunan-berkelanjutan
http://www.youtube.com/watch?v=mbHjbnE6Dnc

Sabtu, 19 November 2011

KETERBATASAN KEMAMPUAN MANUSIA

“Obama umur 48 sudah jadi Presiden AS, mengapa Ayah umur 50 baru jadi Kepala Desa ?” Pertanyaan sederhana seorang anak kepada ayahnya ini, sepintas bak sebuah lelucon yang mengundang senyum geli. Namun bila dikaji lebih jauh sebenarnya memiliki kedalaman makna bila dikaitkan dengan pengembangan potensi diri. Cakupan permasalahan yang ditangani Presiden AS dan kepala desa sangat tidak sebanding, baik menyangkut luas wilayah maupun jumlah penduduknya. Sehingga substansi pertanyaan anak tersebut sebenarnya adalah mengapa kemampuan ayahnya dalam menangani masalah lebih rendah dibandingkan orang yang lebih muda ?

“Kemampuan manusia kan berbeda-beda dan ada batasnya !” Begitu alasan yang kemudian akan dimunculkan. Alasan yang benar tapi tidak selalu tepat. Benar sebab memang demikian keadaannya, tidak tepat karena perbedaan dan batas kemampuan manusia adalah sesuatu yang abstrak. Baru bisa disimpulkan setelah yang bersangkutan melakukan usaha secara maksimal. Banyak kejadian seorang yang prestasi akademisnya sewaktu di SD dan SMP biasa-biasa saja, bisa berkembang menjadi mahasiswa teladan ketika kuliah. Sebaliknya yang sebelumnya menjadi bintang pelajar sewaktu di SD dan SMP malah kemudian drop out kuliah.

Kuncinya jelas bukan karena kemampuannya berubah, tapi lebih pada perkembangan pribadi dalam mengatasi berbagai keterbatasan yang dimilikinya. Ada yang semakin bisa mengelola keterbatasannya ada yang tidak, sehingga seolah-olah sudah mencapai puncak kemampuannya untuk kemudian stagnan atau malah justru menurun. Di sinilah perlunya kemampuan didukung oleh kemauan agar bisa memberikan hasil yang optimal.

Pembangunan Meningkat, Saluran air Menyenpit???

Banjir adalah tamu rutinan yang sering bertamu ke rumah kita di setiap musim hujan datang. Adakah yang mengetahui penyebabnya???. Tahukah anda, salah satu penyebab terjadinya bencana ini sebagian besar akibat ulah tangan kita sendiri. Selain kebiasaan yang saudah melekat dalam diri kita seperti buang sampah sembarangan, malas membersihkan lingkungan dan lain-lain. Dan yang kita tidak sadari adalan pembangunan tempat tinggal kita!. Pasti anda bertanya-tanya kenapa salah satu penyebabnya adalan tempat tinggal kita????.
Coba kita perhatikan sejenak pertumbuhan pembangunan yang ada di sekitar kita. Rumah, Jalan, Gedung dan lain-lain banyak yang mengorbankan luas aliran kali atau sungai. Makin lama sungai kita makin sempit karena pelebaran jalan, pembangunan rumah di bantaran kali, pembangunan gedung yang tidak memperhatikan penghijauan dan titambah lagi dengan sampah, limbah yang setiap harinya bukan berkurang tapi malah bertambah yang terdapat di aliran kali atau sungai yang dimana pelakunya adalah kita sendiri. Pantaslah di setiap musim hujan datang kita selalu bertamu dengan banjir, penyakit dan lain-lain akibat dai ulah kita. Coba kita berfikir, aliran kali atau sungai yang ada makin lama makin sempit, sedangkan jumlah debit air yang dia tamping masih tetap sama, kalau di persempit otomatis kali atau sungai tersebut  tidak bisa menampung dan akhirnya air yang seharusnya mengalir di aliran kali atau sungau tersebut mengalir di pemukiman rumah kita.
Dari peristiwa ini kita sudah tidak adil terhadap aliran kali atau sungai. Kita menghancurkan tempat tinggal ikan-ikan kecil dan mahluk lainnya yang seharusnya bisa tinggal di aliran kali atau sungai tersebut karena sudar kotor dan bau akibat limbah dan sampah yang terus ada di setiap harinya.
Hal yang bisa kita lakukan sekarang adalah menperbaiki nilai guna dari saluran air yang telah kita rebut fungsi dan kegunaan demi untuk terpuaskan kepentingan kita semata. Mulai untuk tidak mencemari sungai dan kali dengan tidakmembuang sampah dan limbah yang bisa membahakan diri kita, alam maupum mahluk lain yang hidup di dalamnya.

Gedung menjualang tinggi Terlihat Bagus, Hutan kita Hangus??????
Di era yang semakin modern ini banyak kita temui proyek-proyek pembuatan gedung-gedung pencakar langit di kota maupun di daerah perdalaman. Terkadang kita merasa bangga akan megah dan bagusnya gedeng-gedung itu di buat, padahal ada banyak mahluk yang kehilangan tempat tinggal bahhkan mati akibat pembangunana ini. Apakah kita pernah memikirkan tentang hal itu????
Korban dari hal yang sering kita banggakan itu adalah mahluk yang berperan penting bagi kehidupan kita dan kehidupan mahluk lain bahkan bagi kehidupan seluruh mahlu bumi. Siapakah dia????. Ya, benar sekali, “Hutan” adalah korban dari apa yang sering kita banggakan itu, sekarang makin rusak dan makin sedikit jumlahnya di permukaan bumi. Dampak dari itu tidaklah sedikit yang merasakannya. Bencana, kerusakan bahkan kematian yang di alami mahluk lain.
Tanah longsor, banjir, punahnya habitat hewan dan tumbuhan, dan yang lebih buruk lagi adalah makin buruknya global warming yang di alami oleh seluruh mahluk yang ada di bumi. Kenapa saya bisa mengatakan seperti itu karena saya sendiri merasakan perubahan yang sangat signifikan dari beberapa tahun yang lalu. Mulai dari cuaca yang tidak beraturan yang dimana dulu mulai dari bulan September sampai april itu adalah musim penghujan. Sedangkan bulsn Mai sampai agstus itu musim kemarau. Tapi apa yang terjadi sekarang, pada siang hari panas mencengat, dan di sore harinya hujan deras dan angin ribut. Itu membuktikan bahwa bumi protes, menunjukan ketidak adilan terhadapnya. Pertanyaannya sekarang apakah kita sadar akan hal itu????.
Hal yang mungkin kita bisa lakukan adalan menanam kembali hutan yang telah kita rebut fungsi dan kegunaanya. Menggunakan lahan-lahan kosong untuk penghijauan agar makin mengurangi dampak dari global warming dan berhenti dalam merusak ekosistem alam, karena kalau bukan kita siapa lagi??????????????????

Beberapa Analogi bahwa Akal Manusia mempunyai Keterbatasan !!!
1. Andai kita hidup di abad 17 dan bilang bahwa manusia bisa terbang seperti burung, dia pasti gila. Tapi di abad 21, orang gila adalah justru orang yang mengatakan bahwa manusia nggak bisa terbang! Kenapa bisa gitu? karena abad 17 belum ditemukan pesawat…
2. Bisakah 10.000 buah buku dimasukkan ke kantung baju Anda? Kalo abad 19, jelas nggak bisa. Tapi sekarang? Hei, jangankan 10.000 buku, 1 juta atau kalau mau 100 juta buku pun masuk ke dalam sebuah chip komputer yang ukurannya nggak lebih daripada korek api!

Bentuk Presentasi : Click Me!

Video :






Kesimpulan :
Sebagai sebuah ilustrasi, kemampuan manusia bisa diibaratkan seperti kemampuan sebuah toples untuk menyimpan kue kering. Kalau langsung diisi dengan kue-kue kecil begitu toples penuh tidak bisa diisi dengan kue yang lebih besar, sehingga hanya satu jenis kue kecil yang bisa diwadahi. Tapi jika toples diisi kue dengan ukuran yang lebih besar dahulu, akan beragam ukuran kue yang bisa ditampung dalam toples. Ketika kue ukuran besar sudah tidak bisa masuk lagi, kue ukuran yang lebih kecil masih dimasukkan di sela-sela kue yang lebih besar, begitu seterusnya sampai toples benar-benar penuh terisi kue-kue dengan beragam ukuran.

Sumber :
http://achmadmarzoeki.blogspot.com/2010/01/mengatasi-keterbatasan.html
http://www.slideshare.net/Riska_21/keterbatasan-manusia
http://www.youtube.com/watch?v=TCMNof9gNsk