Minggu, 30 Juni 2013

Sistem Kontrol Parkir Mobil Otomatis
Menggunakan Mikrokontroler



Tri Hardiyanto
Fakultas Teknik Industri
Jurusan Teknik Elektro
Universitas Gunadarma



Abstrak - Dewasa ini jumlah alat transportasi semakin bertambah. Hal ini membuat lahan parkir semakin hari semakin sempit. Permasalahan ini menimbulkan kesulitan untuk penyediaan lahan yang luas dan pengaturan parkir terutama bagi tempat-tempat yang ramai akan pengunjung. Untuk menyelesaikan masalah itu, dirancanglah sebuah miniatur alat parkir mobil otomatis yang disebut Parking Censor.
Pembuatan Parking Censor ini melibatkan berbagai jenis komponen elektronik seperti Motor DC, Infrared, Fotodioda dan lain-lain. Kontroler yang digunakan untuk menggerakkan semua hardware secara otomatis adalah Mikrokontroler dengan tipe AT89C51.  Parking Censor ini bekerja ketika ada sebuah kendaraan masuk dan melewati infrared 1, maka secara otomatis mikrokontroler menginstruksi motor bergerak membuka portal. Kemudian ketika mobil melewati infrared 2, maka motor bergerak menutup portal.
Kata Kunci: AT89C51, Infra Merah, Motor DC, Fotodioda.



I.                   PENDAHULUAN
Kebutuhan transportasi  adalah salah satu kebutuhan utama, apalagi  di era global seperti saat ini yang kemajuan teknologinya semakin pesat. Masyarakat pada era ini adalah masyarakat yang dituntut untuk  terhubung satu sama lain dan bergerak cepat, maka dari itu masyarakat memerlukan alat transportasi atau kendaraan bermotor sebagai alat penghubung seperti mobil dan sepeda motor. Seiring waktu berjalan kebutuhanpun terus meningkat, hal itu berbanding lurus dengan banyaknya kendaraan bermotor yang semakin hari semakin bertambah, dan dengan bertambahnya kendaraan bermotor itu tentu saja berdampak pada timbulnya permasalahan sehari-hari seperti tempat parkir.
Banyaknya kendaraan bermotor menyebabkan kurangnya keamanan dan kerja dari petugas parkir itu sendiri yang terkadang kurang memuaskan, maka dibuatlah alat Parking Censor dengan tujuan agar masyarakat lebih merasa aman dan nyaman ketika memarkir kendaraan mereka. Kepentingan memilih alat ini yaitu karena alat ini sangat perlu diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, seperti  halnya di pusat perbelanjaan, hotel, perkantoran, kampus, dan lain-lain. Parking Censor ini bekerja untuk mengatur keluar dan masuknya kendaraan. Harapannya pengembangan Parking Censor ini dapat memberi keamanan dan kemudahan dalam mengatur tempat parkir.



II.                PERANCANGAN ALAT

A.     Blok Diagram Cara Kerja Alat


 










Gambar 1. Blok Diagram Cara Kerja Alat






B.     Blok Activator
Activator merupakan sumber tegangan. Sumber tegangan yang dipakai adalah adaptor dengan output 5V.

C.      Blok Input
Input pada alat Parking Censor  adalah terhalangnya Infrared dan Fotodioda (sensor), pada saat sensor terhalang oleh kendaraan maka bagian persimpangan sensor yang dihubungkan dengan port 2 akan terhubung dengan ground sehingga sensor akan bekerja.
D.     Blok Proses

Begitu sensor terhalang oleh kendaraan, AT89C51 beserta komponen-komponen akan berkerja sesuai dengan program yang telah dibuat.
E.     Blok Output
Pada saat sensor 1 terhalang maka motor  bergerak menaikkan palang, ketika sensor 2 terhalang maka motor bergerak menurunkan palang.



F.      Analisa Rangkaian Minsys



















Gambar 2. Skematik Rangkaian Minsys




Pada rangkaian minsys, mikrokontroler AT89C51 membutuhkan Kristal sebagai clock agar dapat bekerja. Sesuai ketentuan, kristal yang digunakan adalah kristal 12 MHz yang di hubungkan secara paralel ke pin 18 dan pin 19 dan bagian lainnya dihubungkan ke ground.
Sumber tegangan yang merupakan keluaran dari adaptor kemudian disambungkan menuju VCC pada pin 40 dan EA pada pin 31, pastikan tegangan pada jalur ini adalah 5V.
Output yang digunakan pada rangkaian ini berupa Motor DC. Sesuai ketentuan dibutuhkan sebuah motor. Motor dihubungkan ke pin 23 dan pin 24, motor ini terhubung juga pada pin 11 dan pin 12 pada IC 3L293D. IC 3L239D ini membutuhkan 2 sumber tegangan, pada pin16 merupakan teganan kerja untuk IC itu sendiri dan pin 8 merupakan tegangan kerja untuk menggerakkan motor.








H.     Analisa Program

            Listing Program:
            $mod51
org 00h

mov p1,#0ffh
mov p2,#000h

awal :
                        mov p2,#000h

sensor :
                        jnb p1.0,motor_tutup
                        jnb p1.1,motor_buka
                        sjmp sensor
           
motor_buka :
                        jnb p1.4,motor_stop
                        mov p2,#008h
                        acall delay
                        sjmp sensor
           
motor_tutup :
                        jnb p1.5,motor_stop
                        mov p2,#004h
                        acall delay
                        sjmp sensor
           
                                   
motor_stop :
                        mov p2,#000h
                        sjmp sensor
           
delay : mov r0,#0fh
lagi :
                        djnz r2,lagi
                        djnz r1,lagi
                        djnz r0,lagi
                        ret

           
end






I.        Pengoperasian Alat

Pada aplikasi mikrokontroler yang kami buat yaitu Parking Censor yang menggunakan IC AT89C51 yang diprogram pada dasarnya tidak terbatas aplikasinya, dan dapat diaplikasikan kedalam rangkaian elektronika sederhana maupun pada dunia industri dan masih banyak untuk keluarga MCS-51. Parking Censor ini dapat diaplikasikan di tempat yang ramai akan pengunjung, seperti pada perkantoran, pusat perbelanjaan, tempat pendidikan yang setiap harinya memerlukan tempat parkir untuk kendaraan. Alat ini juga dapat diaplikasikan pada tempat-tempat tetentu sebagai pintu otomatis.

Cara kerja alat ini yaitu saat sensor pertama terhalang maka motor bergerak menaikkan palang, ketika sensor kedua terhalang maka motor bergerak menurunkan palang. Tetapi jika sensor tidak terhalang apapun makan motor akan diam.

J.        Hasil Uji Coba Alat
Pada saat kendaraan melewati itu berarti menghalangi sensor 1, maka palang akan membuka kemudian kendaraan pun dapat masuk. Ketika masuk kendaeaan akan melewati sensor 2 maka palang akan kembali menutup seperti keadaan semula.

III.             KESIMPULAN DAN SARAN

A.       Kesimpulan

Dari hasil pengujian yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa Parking Sensor ini berjalan dengan baik, Mikrokontroler dapat mengontrol komponen yang telah dirancang dengan baik. Saat kendaraan melewati itu berarti menghalangi sensor pertama, maka palang akan membuka kemudian kendaraan pun dapat masuk. Ketika masuk kendaeaan akan melewati sensor kedua maka palang akan kembali menutup seperti keadaan semula.


B.       Saran

Dalam pembuatan alat ini sangat diperlukan kecermatan dan kehati-hatian agar tidak terjadi kesalahan. Pastikan tegangan tidak melebihi batas agar tidak merusak komponen-komponen.


















DAFTAR PUSTAKA

1.      Boylestad, Robert. 1992. Electronic Devices And Circuit Theory. Englewood Cliff: Prentice Hall.
2.      Gunawan, Hanapi.1981. Prinsip-prinsip Elektronik. PT. Geora Aksara Pratama Erlangga, Jakarta.
3.      Nopi, Arif. 2001. Pemrograman Dengan Bahasa Assembly Edisi Online 1.0. PT. Gramedia. Jakarta.
4.      Yahdi, Umar. 1991. Pengantar Fisika Listrik Magnet. Universitas Gunadarna. Depok.
5.      Soeparlan, Soepono. 1995. Teknik Rangkaian Listrik. Universitas Gunadarma. Depok.
6.      Eko Putra, Agfianto. 2005. Belajar Bahasa Assembly Dengan Emu8086.
Universitas Gajah Mada.Yogyakarta.






Rabu, 10 April 2013

Listrik Tanpa Kabel


Tesla coil adalah salah satu media pembangkit tegangan tinggi AC dengan frekuensi tinggi dan dapat mentransmisikan listrik tanpa kabel yang dirancang oleh Nikola Tesla. Namun pada percobaan pertama kali, alat ini menyebabkan kerusakan yang membakar habis sistem pembangkit  di Colorado Spring. Karena terlalu berbahaya, sampai saat ini alat tersebut belum dapat diperdayakan untuk membantu kebutuhan hidup manusia. Maka dari itu, dengan ini saya ingin mencoba untuk ber-inovasi membuat alat dengan prinsip kerja seperti Tesla Coil tetapi dengan resiko yang lebih kecil, sehingga alat ini dapat dimanfaatkan untuk membantu pengembangan teknologi yang ada sekarang.

Tesla coil dapat dibuat dengan beberapa komponen elektronika dan juga kelistrikan yaitu trafo yang dapat membangkitkan tegangan tinggi antara 10.000 sampai 50.000 volt. Trafo tegangan tinggi akan memberikan muatan kepada kapasitor primer melalui kumparan primer yang terdiri dari beberapa gulungan, untuk skala kecil biasanya kumparan primer memiliki sekitar 5 sampai 20 gulung dengan kawat tebal yang memiliki hambatan rendah. Ketika kapasitor telah termuati maka beda potensial diantara elektroda-elektroda celah udara atau spark gap cukup tinggi sehingga terjadilah aliran arus dan mengakibatkan terjadinya tembus udara dengan indikasi percikan listrik. Saat spark gap terhubung maka kapasitor akan terhubung paralel dengan lilitan primer dan akan membentuk rangkaian resonansi yang besarnya ditentukan oleh nilai kapasitor dan kumparan primer, mungkin dapat dikatakan resonansi LC. Medan elektromagnet yang dihasilkan oleh kumparan primer akan terinduksikan ke kumparan sekunder. Dari bagian atas kumparan sekunder terdapat toroid atau torus yang memiliki nilai kapasitansi sendiri dan ujung bawah dari kumparan sekunder dihubungkan ke tanah, Kumparan sekunder dan torus akan membentuk rangkaian resonansi dan jika frekuensi resonansi kumparan sekunder dan torus cukup dekat dengan frekuensi rangkaian primer maka pada torus akan terbangkitkan tegangan yang sangat tinggi, dan jika terjadi peluahan muatan pada kapasitor maka spark gap akan terjadi dan proses yang sama akan terulang lagi dan begitu seterusnya.


Prinsip kerjanya serupa dengan mainan ayunan anak-anak. Dorongan ringan akan mulai menggerakkannya, dorongan yang sama di saat yang tepat, akan membuat ayunan makin tinggi. Demikian pula rangkaian dari getaran listrik, frekuensi yang diterima tepat pada kumparan utama, akan menghasilkan getaran yang akan makin besar dan hasilnya makin tinggi di kumparan kedua. Getaran di tiang dihubungkan dengan kumparan kedua Tesla akan membangkitkan gelombang radio frekuensi tinggi yang mampu berjalan jauh ke belahan lain bumi secara bolak-balik. Jika kemudian dengan alat oscillation (pengubah arus DC menjadi AC) diselaraskan pada frekuensi alami arus listrik bumi, saat kembali arus akan memperkuat getaran voltase di tiang, dan mendorong keluar arus dari bumi. Hasilnya, arus yang makin besar akan keluar sebagai gelombang melalui pemancar itu. Menurut teori, seluruh planet dapat dipakai sebagai sirkuit kedua penguat arus.

Kamis, 06 Desember 2012

BUNGA NOMINAL dan BUNGA EFEKTIF




1. BUNGA NOMINAL
Bunga Nominal :
Tingkat bunga nominal (atau tingkat persentase tahunan) adalah laju
tahunan yang sering dikatakan sebagai berikut: pinjaman ini adalah
pada tingkat bunga 12% per tahun, digandakan bulanan.
perhatikan bahwa ini bukan tingkat bunga per periode

Suku bunga nominal mirip dg bunga sederhana,
mengabaikan nilai waktu dari bunga.

Rumus :
r = i.m
r : suku bunga nominal (% / tahun)
i : suku bunga per periode
m : jumlah periode dalam 1 tahun

2. BUNGA EFEKTIF
Bunga Efektif :
suku bunga yang sesungguhnya dibebankan dalam setahun; jika suku bunga dibebankan sekali setahun, suku bunga nominal sama dengan suku bunga efektif; 2 gambaran mengenai pendapatan/hasil atas nilai suatu instrumen utang yang dimiliki dibandingkan dengan nilai instrumen pada saat harga pembelian (effective rate)
Suku bunga efektif mirip dengan bunga majemuk, memperhatikan nilai waktu dari bunga.
Contoh :

Suku bunga 1 % sebulan
 Suku bunga nominal : r = 1 % x 12 = 12 % / th
 F/P = (1 + 0,01)12 = 1,1268
 Suku bunga efektif : ie = 0,1268 = 12,68 % / th



Suku bunga 3 % tiap 3 bulan
Suku bunga nominal : r = 3 % x 4 = 12 % / th
 F/P = (1 + 0,03)4 = 1,1255
 Suku bunga efektif : ie = 0,1255 = 12,55 % / th


Soal :
Suatu bank menerapkan suku bunga deposito 6% setiap setengah tahun, coumpounded tiap 6 bulan. Berapakah suku bunga per tahunnya jika di hitung nilai nominal dan nilai efektifnya?
Suku bunga : i = 6 % / 6 bulan
Suku bunga nominal setahun : 2 x 6 % = 12 %
Suku bunga efektif setahun :
½ tahun pertama = 6 %
½ tahun kedua = 6 % + 6 % x 6 % = 6,36 %
Jumlah = 12,36 % > 12 %

Sumber :
http://duitcekak.com/suku-bunga-efektif
http://centangcentung.blog.com/2011/05/21/bunga-nominal-dan-bunga-efektif/



Senin, 30 April 2012

GENERATOR TURBIN GAS


BAB I

1.1  Latar Belakang

Generator Turbin Gas adalah suatu alat yang memanfaatkan gas sebagai fluida untuk memutar turbin dengan pembakaran internal. Didalam turbin gas energi kinetik dikonversikan menjadi energi mekanik melalui udara bertekanan yang memutar roda turbin sehingga menghasilkan daya. Sistem turbin gas yang paling sederhana terdiri dari tiga komponen yaitu kompresor, ruang bakar dan turbin gas.

1.2. Tujuan Dan Manfaat Penulisan

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mempelajari tentang generator gas. Manfaat penulisan makalah ini bagi penulis yaitu mendapatkan pengertian dan penjelasan tentang karakteristik generator gas. Sedangkan bagi para pembaca diharapkan makalah ini dapat menjadi sumbangan dalam memperkaya pengetahuan dan memberikan kesempatan untuk mempelajarinya lebih lanjut.

1.3  Batasan Masalah

Untuk membatasi materi yang akan dibicarakan pada makalah ini, maka kami membuat batasan cakupan masalah yang akan dibahas. Hal ini diperbuat supaya isi dan pembahasan dari makalah ini menjadi lebih terarah dan dapat mencapai hasil yang diharapkan. Adapun batasan masalah pada penulisan makalah ini adalah :
1.      Prinsip kerja
2.      Komponen primer dan penunjang
3.      Maintenance
4.      Fakta lapangan






BAB II

Prinsip Kerja Sistem Generator Turbin Gas

Secara umum proses yang terjadi pada suatu sistem turbin gas adalah sebagai berikut:
  1. Pemampatan (compression) udara di hisap dan dimampatkan
  2. Pembakaran (combustion) bahan bakar dicampurkan ke dalam ruang bakar dengan udara kemudian di bakar.
  3. Pemuaian (expansion) gas hasil pembakaran memuai dan mengalir ke luar melalui nozel (nozzle).
  4. Pembuangan gas (exhaust) gas hasil pembakaran dikeluarkan lewat saluran pembuangan.
Udara masuk kedalam kompresor melalui saluran masuk udara (inlet). Kompresor berfungsi untuk menghisap dan menaikkan tekanan udara tersebut, sehingga temperatur udara juga meningkat. Kemudian udara bertekanan ini masuk kedalam ruang bakar. Di dalam ruang bakar dilakukan proses pembakaran dengan cara mencampurkan udara bertekanan dan bahan bakar. Proses pembakaran tersebut berlangsung dalam keadaan tekanan konstan sehingga dapat dikatakan ruang bakar hanya untuk menaikkan temperatur. Gas hasil pembakaran tersebut dialirkan ke turbin gas melalui suatu nozel yang berfungsi untuk mengarahkan aliran tersebut ke sudu-sudu turbin. Daya yang dihasilkan oleh turbin gas tersebut digunakan untuk memutar kompresornya sendiri dan memutar beban lainnya seperti generator listrik, dll. Setelah melewati turbin ini gas tersebut akan dibuang keluar melalui saluran buang (exhaust).
Pada kenyataannya, tidak ada proses yang selalu ideal, tetap terjadi kerugiankerugian yang dapat menyebabkan turunnya daya yang dihasilkan oleh turbin gas dan berakibat pada menurunnya performa turbin gas itu sendiri. Kerugian-kerugian tersebut dapat terjadi pada ketiga komponen sistem turbin gas. Sebab-sebab terjadinya kerugian antara lain:
  • Adanya gesekan fluida yang menyebabkan terjadinya kerugian tekanan (pressure losses) di ruang bakar.
  • Adanya kerja yang berlebih waktu proses kompresi yang menyebabkan terjadinya gesekan antara bantalan turbin dengan angin.
  • Berubahnya nilai Cp dari fluida kerja akibat terjadinya perubahan temperatur dan perubahan komposisi kimia dari fluida kerja.
  • Adanya mechanical loss, dsb.

 

Komponen Generator Turbin Gas

Generator gas tersusun atas komponen-komponen utama seperti air intake section, compressor section, combustion section, turbine section, dan exhaust section. Sedangkan komponen pendukung turbin gas adalah starting equipment, lube-oil system, cooling system, dan beberapa komponen pendukung lainnya. Berikut ini penjelasan tentang komponen utama turbn gas:
  1. Air Intake Section. Berfungsi untuk menyaring kotoran dan debu yang terbawa dalam udara sebelum masuk ke kompresor. Bagian ini terdiri dari:
    1. Air Intake Housing, merupakan tempat udara masuk dimana didalamnya terdapat peralatan pembersih udara.
    2. Inertia Separator, berfungsi untuk membersihkan debu-debu atau partikel yang terbawa bersama udara masuk.
    3. Pre-Filter, merupakan penyaringan udara awal yang dipasang pada inlet house.
    4. Main Filter, merupakan penyaring utama yang terdapat pada bagian dalam inlet house, udara yang telah melewati penyaring ini masuk ke dalam kompresor aksial.
    5. Inlet Bellmouth, berfungsi untuk membagi udara agar merata pada saat memasuki ruang kompresor.
    6. Inlet Guide Vane, merupakan blade yang berfungsi sebagai pengatur jumlah udara yang masuk agar sesuai dengan yang diperlukan
  2. Compressor Section. Komponen utama pada bagian ini adalah aksial flow compressor, berfungsi untuk mengkompresikan udara yang berasal dari inlet air section hingga bertekanan tinggi sehingga pada saat terjadi pembakaran dapat menghasilkan gas panas berkecepatan tinggi yang dapat menimbulkan daya output turbin yang besar. Aksial flow compressor terdiri dari dua bagian yaitu:
    1. Compressor Rotor Assembly. Merupakan bagian dari kompresor aksial yang berputar pada porosnya. Rotor ini memiliki 17 tingkat sudu yang mengompresikan aliran udara secara aksial dari 1 atm menjadi 17 kalinya sehingga diperoleh udara yang bertekanan tinggi. Bagian ini tersusun dari wheels, stubshaft, tie bolt dan sudu-sudu yang disusun kosentris di sekeliling sumbu rotor.
    2. Compressor Stator. Merupakan bagian dari casing gas turbin yang terdiri dari:
      1. Inlet Casing, merupakan bagian dari casing yang mengarahkan udara masuk ke inlet bellmouth dan selanjutnya masuk ke inlet guide vane.
      2. Forward Compressor Casing, bagian casing yang didalamnya terdapat empat stage kompresor blade.
      3. Aft Casing, bagian casing yang didalamnya terdapat compressor blade tingkat 5-10.
      4. Discharge Casing, merupakan bagian casing yang berfungsi sebagai tempat keluarnya udara yang telah dikompresi.
  3. Combustion Section. Pada bagian ini terjadi proses pembakaran antara bahan bakar dengan fluida kerja yang berupa udara bertekanan tinggi dan bersuhu tinggi. Hasil pembakaran ini berupa energi panas yang diubah menjadi energi kinetik dengan mengarahkan udara panas tersebut ke transition pieces yang juga berfungsi sebagai nozzle. Fungsi dari keseluruhan sistem adalah untuk mensuplai energi panas ke siklus turbin. Sistem pembakaran ini terdiri dari komponen-komponen berikut yang jumlahnya bervariasi tergantung besar frame dan penggunaan turbin gas. Komponen-komponen itu adalah :
    1. Combustion Chamber, berfungsi sebagai tempat terjadinya pencampuran antara udara yang telah dikompresi dengan bahan bakar yang masuk.
    2. Combustion Liners, terdapat didalam combustion chamber yang berfungsi sebagai tempat berlangsungnya pembakaran.
    3. Fuel Nozzle, berfungsi sebagai tempat masuknya bahan bakar ke dalam combustion liner.
    4. Ignitors (Spark Plug), berfungsi untuk memercikkan bunga api ke dalam combustion chamber sehingga campuran bahan bakar dan udara dapat terbakar.
    5. Transition Fieces, berfungsi untuk mengarahkan dan membentuk aliran gas panas agar sesuai dengan ukuran nozzle dan sudu-sudu turbin gas.
    6. Cross Fire Tubes, berfungsi untuk meratakan nyala api pada semua combustion chamber.
    7. Flame Detector, merupakan alat yang dipasang untuk mendeteksi proses pembakaran terjadi.
  4. Turbin Section. Turbin section merupakan tempat terjadinya konversi energi kinetik menjadi energi mekanik yang digunakan sebagai penggerak compresor aksial dan perlengkapan lainnya. Dari daya total yang dihasilkan kira-kira 60 % digunakan untuk memutar kompresornya sendiri, dan sisanya digunakan untuk kerja yang dibutuhkan.
    Komponen-komponen pada turbin section adalah sebagai berikut :
    1. Turbin Rotor Case
    2. First Stage Nozzle, yang berfungsi untuk mengarahkan gas panas ke first stage turbine wheel.
    3. First Stage Turbine Wheel, berfungsi untuk mengkonversikan energi kinetik dari aliran udara yang berkecepatan tinggi menjadi energi mekanik berupa putaran rotor.
    4. Second Stage Nozzle dan Diafragma, berfungsi untuk mengatur aliran gas panas ke second stage turbine wheel, sedangkan diafragma berfungsi untuk memisahkan kedua turbin wheel.
    5. Second Stage Turbine, berfungsi untuk memanfaatkan energi kinetik yang masih cukup besar dari first stage turbine untuk menghasilkan kecepatan putar rotor yang lebih besar.

  1. Exhaust Section. Exhaust section adalah bagian akhir turbin gas yang berfungsi sebagai saluran pembuangan gas panas sisa yang keluar dari turbin gas. Exhaust section terdiri dari beberapa bagian yaitu : (1) Exhaust Frame Assembly, dan (2)Exhaust gas keluar dari turbin gas melalui exhaust diffuser pada exhaust frame assembly, lalu mengalir ke exhaust plenum dan kemudian didifusikan dan dibuang ke atmosfir melalui exhaust stack, sebelum dibuang ke atmosfir gas panas sisa tersebut diukur dengan exhaust thermocouple dimana hasil pengukuran ini digunakan juga untuk data pengontrolan temperatur dan proteksi temperatur trip. Pada exhaust area terdapat 18 buah termokopel yaitu, 12 buah untuk temperatur kontrol dan 6 buah untuk temperatur trip.


Adapun beberapa komponen penunjang dalam sistem turbin gas adalah sebagai berikut:
  1. Starting Equipment. Berfungsi untuk melakukan start up sebelum turbin bekerja. Jenis-jenis starting equipment yang digunakan di unit-unit turbin gas pada umumnya adalah :
    1. Diesel Engine, (PG –9001A/B)
    2. Induction Motor, (PG-9001C/H dan KGT 4X01, 4X02 dan 4X03)
    3. Gas Expansion Turbine (Starting Turbine)
  2. Coupling dan Accessory Gear. Berfungsi untuk memindahkan daya dan putaran dari poros yang bergerak ke poros yang akan digerakkan. Ada tiga jenis coupling yang digunakan, yaitu:
    1. Jaw Cluth, menghubungkan starting turbine dengan accessory gear dan HP turbin rotor.
    2. Accessory Gear Coupling, menghubungkan accessory gear dengan HP turbin rotor.
    3. Load Coupling, menghubungkan LP turbin rotor dengan kompressor beban.
  3. Fuel System. Bahan bakar yang digunakan berasal dari fuel gas system dengan tekanan sekitar 15 kg/cm2. Fuel gas yang digunakan sebagai bahan bakar harus bebas dari cairan kondensat dan partikel-partikel padat. Untuk mendapatkan kondisi tersebut diatas maka sistem ini dilengkapi dengan knock out drum yang berfungsi untuk memisahkan cairan-cairan yang masih terdapat pada fuel gas.
  4. Lube Oil System. Lube oil system berfungsi untuk melakukan pelumasan secara kontinu pada setiap komponen sistem turbin gas. Lube oil disirkulasikan pada bagian-bagian utama turbin gas dan trush bearing juga untuk accessory gear dan yang lainnya. Lube oil system terdiri dari:
    1. Oil Tank (Lube Oil Reservoir)
    2. Oil Quantity
    3. Pompa
    4. Filter System
    5. Valving System
    6. Piping System
    7. Instrumen untuk oil
Pada turbin gas terdapat tiga buah pompa yang digunakan untuk mensuplai lube oil guna keperluan lubrikasi, yaitu:
    1. Main Lube Oil Pump, merupakan pompa utama yang digerakkan oleh HP shaft pada gear box yang mengatur tekanan discharge lube oil.
    2. Auxilary Lube Oil Pump, merupakan pompa lube oil yang digerakkan oleh tenaga listrik, beroperasi apabila tekanan dari main pump turun.
    3. Emergency Lube Oil Pump, merupakan pompa yang beroperasi jika kedua pompa diatas tidak mampu menyediakan lube oil.
  1. Cooling System. Sistem pendingin yang digunakan pada turbin gas adalah air dan udara. Udara dipakai untuk mendinginkan berbagai komponen pada section dan bearing. Komponen-komponen utama dari cooling system adalah:
    1. Off base Water Cooling Unit
    2. Lube Oil Cooler
    3. Main Cooling Water Pump
    4. Temperatur Regulation Valve
    5. Auxilary Water Pump
    6. Low Cooling Water Pressure Swich

Maintenance Generator Turbin Gas

Maintenance adalah perawatan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan seperti kerusakan terlalu cepat terhadap semua peralatan di pabrik, baik yang sedang beroperasi maupun yang berfungsi sebagai suku cadang. Kerusakan yang timbul biasanya terjadi karena keausan dan ketuaan akibat pengoperasian yang terus-menerus, dan juga akibat langkah pengoperasian yang salah.
Maintenance pada turbine gas selalu tergantung dari faktor-faktor perasional dengan kondisi yang berbeda disetiap wilayah, karena operasional turbine gas sangat tergantung dari kondisi daerah operasional. Semua pabrik pembuat turbine gas telah menetapkan suatu ketetapan yang aman dalam pengoperasian sehingga turbine selalu dalambatas kondisi aman dan tepat waktu untuk melakukan maintenance.
Secara umum maintenance dapat dibagi dalam beberapa bagian, diantaranya adalah:
  1. Preventive Maintenance. Suatu kegiatan perawatan yang direncanakan baik itu secara rutin maupun periodik, karena apabila perawatan dilakukan tepat pada waktunya akan mengurangi down time dari peralatan. Preventive maintenance dibagi menjadi:
    • Running Maintenance. Suatu kegiatan perawatan yang dilakukan hanya bertujuan untuk memperbaiki equipment yang rusak saja dalam satu unit. Unit produksi tetap melakukan kegiatan.
    • Turning Around Maintenance. Perawatan terhadap peralatan yang sengaja dihentikan pengoperasiannya.
  2. Repair Maintenance. Perawatan yang dilakukan terhadap peralatan yang tidak kritis, atau disebut juga peralatan-peralatan yang tidak mengganggu jalannya operasi.
  3. Predictive Maintenance. Kegiatan monitor, menguji, dan mengukur peralatan-peralatan yang beroperasi dengan menentukan perubahan yang terjadi pada bagian utama, apakah peralatan tersebut berjalan dengan normal atau tidak.
  4. Corrective Maintenance. Perawatan yang dilakukan dengan memperbaiki perubahan kecil yang terjadi dalam disain, serta menambahkan komponen-komponen yang sesuai dan juga menambahkan material-material yang cocok.
  5. Break Down Maintenance. Kegiatan perawatan yang dilakukan setelah terjadi kerusakan atau kelainan pada peralatan sehingga tidak dapat berfungsi seperti biasanya.
  6. Modification Maintenance. Pekerjaan yang berhubungan dengan desain suatu peralatan atau unit. Modifikasi bertujuan menambah kehandalan peralatan atau menambah tingkat produksi dan kualitas pekerjaan.
  7. Shut Down Maintenance. Kegiatan perawatan yang dilakukan terhadap peralatan yang sengaja dihentikan pengoperasiannya.



Fakta Di Lapangan
Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) merupakan sebuah pembangkit energi listrik yang menggunakan peralatan/mesin turbin gas sebagai penggerak generatornya. Turbin gas dirancang dan dibuat dengan prinsip kerja yang sederhana dimana energi panas yang dihasilkan dari proses pembakaran bahan bakar diubah menjadi energi mekanis dan selanjutnya diubah menjadi energi listrik atau energi lainnya sesuai dengan kebutuhannya. Adapun kekurangan dari turbin gas adalah sifat korosif pada material yang digunakan untuk komponen-komponen turbinnya karena harus bekerja pada temperature tinggi dan adanya unsur kimia bahan bakar minyak yang korosif (sulfur, vanadium dll), tetapi dalam perkembangannya pengetahuan material yang terus berkembang hal tersebut mulai dapat dikurangi meskipun tidak dapat secara keseluruhan dihilangkan. Dengan tingkat efisiensi yang rendah hal ini merupakan salah satu dari kekurangan sebuah turbin gas juga dan pada perkembangannya untuk menaikkan efisiensi dapat diatur/diperbaiki temperature kerja siklus dengan menggunakan material turbin yang mampu bekerja pada temperature tinggi dan dapat juga untuk menaikkan efisiensinya dengan menggabungkan antara pembangkit turbin gas dengan pembangkit turbin uap dan hal ini biasa disebut dengan combined cycle.







BAB III

Daftar Pustaka :
Ø      Dietzel, F., Gasturbinen - kurz und bundig. 1. Auflage. Wurzburg: Vogel - Verlag. 1974.
Ø      Ons Tenrath . H.: Gasturbinentriebwerke. 1. Auflage.Essen: Girardet - Verlag. 1968.
Ø      Gas-Turbine Engine (Part 1) - Majari Magazine.htm
Ø      Gas-Turbine Engine (Part 2) - Majari Magazine.htm
Ø      http://id.wikipedia.org/wiki/Pembangkit_listrik_tenaga _gas
Ø      http://themoneysaving.blogspot.com/2010/09/prinsip-kerja-turbin-gas-generator.html